Berita dan Informasi

DISKOMINFOSAN. Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara menyatakan dukungan terhadap rencana penelitian kolaborasi internasional yang akan dilaksanakan di Kecamatan Kao, dengan fokus pada optimalisasi pengelolaan perikanan berkarakteristik kepulauan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Dukungan tersebut disampaikan dalam audiensi Tim Peneliti Kolaborasi Universitas Pattimura (UNPATTI) bersama Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (16/9), di Ruang Meeting VIP Bupati. Audiensi dipimpin Sekretaris Daerah Drs E. J Papilaya, M.TP, didampingi Asisten III dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan dan Camat Kao.

 

Dalam audiensi tersebut, Ketua Tim Peneliti  Dr. Ir. Venda Jolanda Pical, M.Si, memaparkan rencana Penelitian Kolaborasi Internasional UK Research and Innovation (UKRI) dengan tema “Optimalisasi Pengelolaan Perikanan Berkarakteristik Kepulauan untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara”.

 

Lebih lanjut ia menjelaskan, penelitian ini merupakan kolaborasi sejumlah perguruan tinggi dalam dan luar negeri, yakni Universitas Pattimura, Politeknik Negeri Bali, Universitas Indonesia, University of Birmingham, Heriot-Watt University, dan Durham University dari Inggris. “Kecamatan Kao dipilih sebagai salah satu lokasi penelitian karena memiliki potensi sumber daya perikanan sekaligus karakteristik sosial-ekonomi wilayah kepulauan yang menghadapi berbagai tantangan, antara lain tata kelola rantai nilai perikanan, konektivitas logistik, akses pasar, teknologi penangkapan dan pengolahan hasil laut, serta ketahanan sosial-ekonomi masyarakat,” papar ketua jurusan Agrobisnis Perikanan, Bidang Sosial Perikanan Kepulauan

 

Melalui pendekatan riset interdisipliner, penelitian ini diarahkan untuk memetakan potensi sumber daya perikanan dan kondisi sosial-ekonomi masyarakat nelayan, mengidentifikasi berbagai kendala dalam rantai pasok dan distribusi hasil perikanan, serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang dapat mendukung pengelolaan perikanan secara lebih optimal. Selain itu, penelitian juga akan mengkaji penguatan hilirisasi hasil perikanan, pengembangan nilai tambah produk laut, perlindungan ekosistem perairan, serta penerapan konsep ekonomi biru (blue economy) yang berkelanjutan dan berpihak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

“Pemerintah daerah memandang kolaborasi antara akademisi, pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sebagai bagian penting dalam menghadirkan pembangunan berbasis data dan kajian ilmiah. Hasil penelitian nantinya diharapkan dapat menjadi masukan dalam penyusunan kebijakan pembangunan sektor kelautan dan perikanan, khususnya dalam mendorong peningkatan pendapatan serta kapasitas masyarakat pesisir,” kata Sekda.

 

Adapun keluaran yang ditargetkan dari penelitian ini meliputi policy brief bagi pemerintah daerah, model pemberdayaan perikanan lokal, publikasi ilmiah internasional, serta program penguatan kapasitas masyarakat melalui lokakarya dan pendampingan kelompok nelayan maupun pengolah hasil perikanan. Rangkaian penelitian direncanakan mulai dilaksanakan pada September 2026 dan berlangsung hingga selesai, dengan Kecamatan Kao sebagai lokasi utama penelitian.

 

Melalui dukungan terhadap kolaborasi riset internasional ini, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara berharap potensi kelautan dan perikanan di Kecamatan Kao dapat dikaji secara lebih komprehensif, sehingga menghasilkan strategi pengelolaan yang tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan sumber daya, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.(Humas1)

Bagikan