DISKOMINFO – Upaya keras Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Halmahera Utara (Halut) mulai menunjukkan tanda-tanda positif. Informasi ini diterima Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua,M.Si, dari BNPB Pusat Sabtu 5 September 2026 dalam laporan resmi.
Bupati menyampaikan bahwa BNPB Pusat baru saja mengerahkan pesawat khusus Cessna Caravan 208 EX/PK-SNL, untuk melakukan penyemaian bibit hujan atau Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di atas langit Halmahera Utara.
"Operasi udara ini langsung direspons dengan instruksi pengetatan pantauan visual dari darat untuk melihat efektivitas dari sebaran bibit hujan tersebut, terutama deteksi pembentukan awan konvektif (awan hujan).Berdasarkan laporan langsung tim personel pemadam kebakaran di lapangan hari ini hasil semaian tersebut menunjukkan reaksi cepat,"ujar Bupati.
Tim yang terdiri dari Capt. Meilda/ FO. Jeremy, dengan Misi : OMC Ternate, Maluku Utara, Flight Scientist oleh Fadli dan Riani dan Penabur dilaksanakan oleh Wahyu dah Aljan untuk wilayah Halmahera Barat, Halmahera Utara, Dan Morotai.
Saat tim sedang melakukan penanganan dan pemadaman titik api di kawasan Dusun Keke, Kecamatan Tobelo Barat, kondisi langit terpantau mengalami perubahan drastis.
"Dari hasil pantauan kami saat melakukan pemadaman di Dusun Keke tadi, awan hitam pekat sudah mulai terbentuk secara merata di atas wilayah terdampak. Tidak hanya itu, suara guntur bahkan sudah terdengar berbunyi beberapa kali," ujar perwakilan personel di lapangan.
Kondisi ini membawa angin segar bagi tim satgas darat yang terus berjibaku memadamkan api. Pembentukan awan hitam dan gemuruh guntur ini menjadi indikasi kuat bahwa hujan lebat akan segera turun di wilayah Dusun Keke dan sekitarnya, yang diharapkan mampu memadamkan sisa-sisa kebakaran lahan secara total serta mendinginkan suhu ekstrem di area tersebut
Tim gabungan di darat hingga saat ini masih terus bersiaga penuh di lokasi sambil memantau perkembangan cuaca pasca-penyemaian oleh pesawat BNPB.(Humas 2).