Berita dan Informasi

DISKOMINFOSAN. Suasana hangat penuh kebahagiaan mewarnai Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Halmahera Utara saat digelarnya acara Bacarita Buku berjudul "Sekolah Rumah Pendidikan". Acara terasa makin berkesan karena bertepatan dengan momen ulang tahun ke-56 Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Kasman Hi. Ahmad, S.Ag., M.Pd. acara diawali dengan kejutan ulang tahun bagi Wakil Bupati yang merayakan penambahan usianya, (05/09).

 

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pejabat daerah dan tamu undangan lainnya diantaranya Bupati senior Frans Manery, Ketua DPRD Halmahera Utara Cristina Lesnussa, para Asisten Setda, Staf Ahli Bupati, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dalam laporan pembukanya, Ketua Panitia mengungkapkan bahwa acara Bacarita Buku ini merupakan bagian dari tradisi untuk terus merawat budaya literasi di Halmahera Utara. Panitia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung, serta mengapresiasi Wakil Bupati yang di tengah kesibukannya tetap produktif merilis karya tepat di hari ulang tahunnya. Diharapkan karya ini dapat memicu lahirnya buku-buku lain untuk mendukung literasi di daerah.

 

Wakil Bupati Kasman Hi. Ahmad dalam sambutan pengantarnya menyampaikan bahwa ini merupakan momen kedua kalinya mereka berkumpul di tempat tersebut untuk merayakan ulang tahun sekaligus melaksanakan diskusi buku setelah sebelumnya di tahun 2025. Ia memaparkan rekam jejak karyanya, di mana buku yang dirilis malam ini merupakan buku ke-10 yang ia tulis. Buku pertamanya setelah dilantik berjudul "Pendidikan sebagai Strategi Kebudayaan". Buku terbarunya, "Sekolah Rumah Pendidikan", merangkum refleksi dan perjalanan satu tahun kepemimpinannya bersama Dr. Piet Hein Babua dalam menghadapi persoalan pendidikan di daerah.
"Melalui diskusi ini, kita mencoba melihat bahwa selama ini masyarakat sering kali memandang sekolah seakan-akan terlepas dari tanggung jawab pendidikan yang mendasar. Anak kerap dipandang seperti wadah kosong yang tinggal diisi oleh guru, padahal anak tidak bersifat pasif," ujar Kasman.

 

"Sekolah yang saya pahami adalah sebagai rumah kedua bagi anak-anak kita. Sekolah bukan sekadar metamorfosis fisik, melainkan ruang hidup tempat bertumbuhnya karakter. Seperti pandangan Ki Hajar Dewantara, anak-anak memiliki potensi dasar, dan tugas guru serta sekolah adalah membimbing mereka mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya," jelasnya.

 

Kasman juga menggarisbawahi bahwa sekolah harus menjadi ruang tempat terbentuknya rasa kebersamaan, solidaritas, saling memberdayakan, serta bebas dari perundungan dan kekerasan. Selain itu, ia menyoroti keberagaman kondisi sekolah baik di perkotaan maupun wilayah perbatasan (3T) yang membutuhkan penekanan sesuai kondisi daerahnya masing-masing.

 

Terkait tantangan zaman, ia mengingatkan pentingnya peran sekolah dalam menghadapi era digital. "Pendidikan tidak bergerak di ruang hampa. Di era digital ini, teknologi harus dimanfaatkan bukan sekadar untuk kebutuhan teknis, melainkan sebagai instrumen mengakses informasi sekaligus mengambil nilai-nilai positif di dalamnya. Sekolah bertanggung jawab mengawal transformasi digital secara bijak agar generasi muda tidak terkecoh atau rusak oleh pemanfaatan teknologi yang keliru," tegasnya.

 

Diskusi buku ini dipandu oleh Dr. Jubhar Mangimbulude (Akademisi) dan Syarifuddin (Pengurus ICMI Orwil Malut) sebagai moderator, dengan menghadirkan esais Asghar Shaleh sebagai narasumber. Adapun Kadis Pendidikan Maluku Utara, Dr. Abubakar Abdullah, M.Pd., yang semula dijadwalkan hadir, berhalangan hadir dalam kesempatan ini.(Humas3)

Bagikan