Berita dan Informasi

DISKOMINFOSAN, - Dalam rangka persiapan peresmian Pasar Wosia, menjadi Pasar Bersih Berkelanjutan, pada Tanggal 8 November 2024 mendatang, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara melalui Sekda, Drs. Erasmus Joseph Papilaya, M.T.P., melaksanakan Rapat dan Sosialisasi persiapan bersama pengurus pasar dan Stakeholder terkait. Kamis (31/10/2024).

 

Kegiatan Rapat persiapan peresmian itu dihadiri Perwakilan dari Delegasi Uni Eropa, Ms. Sasha, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Halmahera Utara Drs. Nyoter Koenoe, M.Si, Perwakilan Dinas PUPR Halmahera Utara, pihak pelaksana Proyek, CV. Dia Jaya Konstruksi. Camat Dan Kepala Desa.

 

"Segala persiapan juga terus dimaksimalkan demi memastikan acara peresmian dapat berlangsung lancar," singkat Sekda Halut.

 

A Sustainable Urban Marketplace: Participatory urban governance for safe, green, and inclusive fresh market management in Indonesia atau Pasar Perkotaan yang Berkelanjutan: Tata kelola kota yang partisipatif untuk pengelolaan pasar segar yang aman, hijau, dan inklusif di Indonesia ini, tepatnya di Kabupaten Halmahera Utara, bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan keamanan pasar yang ada.

 

 Kegiatan persiapan Peresmian Pasar Berkelanjutan Wosia ini, merupakan bagian dari proyek yang didukung oleh Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia (European Union in Indonesia) untuk mencapai tujuan dalam mencapai tujuan kota berkelanjutan. Proyek ini dibiayai bersama oleh Uni Eropa melalui skema hibah. (Co-Funded By The European Union).

 

Saat di hubunggi media ini, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Halmahera Utara Oscar Bertho Mene, S.STP.,M.AP., mengatakan, Selain desain yang modern dan nyaman, area pasar ini dirancang untuk menjadi tempat yang menarik bagi segala kalangan, tidak hanya ibu-ibu, tapi juga generasi muda di Kota Tobelo.

 

"Dengan adanya peresmian Pasar Wosia mendatang, anggarannya bersumber dari dana Hibah Uni Eropa, ini kami yakin akan membantu masyarakat Halmahera Utara jika libatkan semua pihak. Pedagang harus merasa memiliki Pasar ini sehingga bisa jaga kebersihan, menjual hasil bumi, ikan dan lain-lain dengan nyaman," ungkap Kabag Tata Pemerintahan. (Oke_Diskominfo)

Bagikan