DISKOMINFO - Pemerintah Daerah Halmahera Utara turut sukseskan acara Retret dan Pentahbisan Imam Baru Keuskupan Amboina.Acara penutupan ini bertempat di Gereja Katolik Santa Maria, Desa Gura Tobelo. Sabtu 11 Juli 2026.
Hadir di acara ini Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Utara E.J.Papilaya selaku Ketua Panitia kegiatan Retret dan pentahbisan Imam Baru,Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Halut F.N.Sahetapy,Kadis Pariwisata Asri Tapitapi,Kepala Badan Pendapatan Daerah Westy Reany Lahura,Kabag Umum dan Protokoler Pemda Markus Aurmatin beserta para Kabag dan Kabid yang mewakili pimpinan OPD Pemda Halut.
Kehadiran jajaran Pemerintah Daerah Halmahera Utara menunjukkan bukti sinergitas dalam mensukseskan acara keagamaan ini bersama Uskup Amboina Mgr. Seno" Inno" Ngutra, Wakil Uskup Amboina Pastor Titus Rahail,Gubernur Maluku Utara yang diwakili Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Maluku Utara Kadri La Etje dan Kakanwil Kemenag Provinsi Maluku Utara Amar Manaf,
Dalam laporan Ketua Panitia Retret dan Pentahbisan Imam Baru E.J.Papilaya menyampaikan Pemda Halmahera Utara mendukung sepenuhnya kegiatan ini dengan memberikan dukungan material dalam mensukseskan kegiatan yang melibatkan seratus lebih Pastor dari wilayah Maluku dan Maluku Utara.
Sekda juga mengucapkan terima kasih untuk semua pihak bersama Pemerintah Daerah Halmahera Utara yang sudah berkolaborasi dari persiapan penjemputan, kegiatan berlangsung sampai acara pada malam hari ini.
Kakanwil Kemenag Provinsi Maluku Utara Amar Manaf dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pentahbisan ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan sebuah panggilan luhur untuk mengabdikan hidup demi pelayanan kepada Tuhan, Gereja, dan seluruh umat.
" Kami berharap para imam yang baru ditahbiskan senantiasa menjadi gembala yang rendah hati, serta menjadi teladan dalam membangun kehidupan beragama yang damai.
Kementerian Agama terus berkomitmen memperkuat moderasi beragama sebagai fondasi dalam menjaga persatuan bangsa,Oleh karena itu, kami mengajak seluruh tokoh agama dan umat untuk terus mempererat kerja sama, memperkuat toleransi, serta merawat kerukunan antara umat beragama, khususnya di Maluku dan Maluku Utara yang kaya akan keberagaman", ujar Manaf.
Amar Manaf juga menyampaikan apresiasi kepada Keuskupan Amboina yang selama ini telah berkontribusi dalam membina umat, meningkatkan kualitas pendidikan, pelayanan sosial, serta menjaga semangat persaudaraan lintas agama di tengah masyarakat.
Acara dilanjutkan dengan sambutan Gubernur maluku Utara yang disampaikan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Maluku Utara Kadri La Etje, bahwa Pentahbisan imam bukan hanya menjadi sukacita bagi Gereja Katolik, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi masyarakat Maluku Utara.
Kehadiran para imam baru diharapkan mampu menjadi teladan dalam membangun kehidupan yang harmonis, memperkuat persaudaraan, serta menanamkan nilai-nilai kasih antara sesama umat.
Kadri La Etje mengatakan,Pemerintah Provinsi Maluku Utara memberikan apresiasi yang tinggi kepada Keuskupan, para pembina, keluarga, dan seluruh pihak yang telah mendidik serta membimbing para calon imam hingga mencapai tahapan yang mulia ini.
Pengabdian para imam akan menjadi kekuatan moral dalam mendukung pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan.
" Saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan antara umat beragama yang selama ini menjadi kekuatan Maluku Utara, perbedaan adalah anugerah yang harus dirawat melalui sikap saling menghormati demi terciptanya daerah yang aman damai dan sejahtera, "ujar Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.
Sementara itu Uskup Amboina Mgr. Seno "Inno" Ngutra dalam sambutannya menyampaikan penghargaan kepada pemerintah daerah, aparat TNI-Polri, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan bagi terselenggaranya acara ini, semoga kerja sama yang baik antara Gereja dan seluruh elemen masyarakat terus terjalin demi terwujudnya kehidupan yang damai, rukun, dan sejahtera.
"Hari ini merupakan anugerah besar bagi Gereja Katolik, khususnya Keuskupan Amboina, karena Tuhan kembali memanggil dan mengutus para pelayan-Nya untuk menggembalakan umat-Nya, "kata Uskup
Uskup menuturkan ,Tahbisan imam bukanlah sebuah pencapaian pribadi, melainkan jawaban atas panggilan Allah, seorang imam dipanggil untuk menjadi tanda kasih Kristus di tengah dunia, melayani tanpa pamrih, menghadirkan damai, membela yang lemah, serta menjadi pembawa harapan bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan.
"Kepada para imam baru, saya mengajak agar senantiasa hidup dalam doa, setia pada Sabda Tuhan, rendah hati dalam pelayanan, dekat dengan umat, serta menjaga kesucian dan integritas hidup sebagai gembala, Jadilah imam yang mampu merangkul semua orang tanpa membeda-bedakan, menjadi pembawa kasih, persaudaraan, dan pengharapan di tengah masyarakat yang majemuk,"tutup Uskup.
Acara Retret telah dilaksanakan dalam waktu hampir sepekan dan Pentahbisan Imam Baru Uskup Amboina dilaksanakan malam hari ini dengan penuh sukacita.Acara yang berlangsung dari tanggal 5 - 11 Juli 2026 merupakan momen perayaan iman bagi Gereja sekaligus momen mempererat persaudaraan serta menumbuhkan semangat pelayanan. Pemerintah Daerah hadir mewujudkan sinergitas dan dukungan sepenuhnya bagi umat beragama.(Humas 2).