Berita dan Informasi

DISKOMINFO - Erupsi Gunung Dukono yang terjadi beberapa hari ini,membuat masyarakat terdampak di kabupaten Halmahera Utara merasa terganggu.Apalagi yang beraktifitas di luar rumah. 

 

Pemerintah Daerah kabupaten Halmahera Utara turun langsung ke lokasi terdampak.Sekretaris Daerah (Sekda) Drs.E.J.Papilaya,MTP.,Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP)kabupaten Halmahera Utara Sandra C. Papilaya bersama Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halut , Hentje Hetharia, S.Hut dan staf melakukan sosialisasi dan bagi-bagi masker di lokasi keramaian beberapa titik di kecamatan Tobelo, Tobelo Tengah dan Tobelo Utara. Sabtu 18 Februari 2026.

 

Sekda Halmahera Utara Drs.E.J.Papilaya, MTP, menyampaikan bahwa karena erupsi abu gunung,Pemda Halmahera Utara bagi-bagi masker ke masyarakat sekalian sosialisasi supaya masyarakat menjadi sehat sesuai arahan Bupati dan Wakil Bupati. Selain itu masyarakat diminta berikhtiar membatasi keluar rumah apabila intensitas abu vulkanik tersebut meningkat. 

 

" Kemarin Jumat 17 April 2026,karena banyaknya abu gunung yang turun, kami meliburkan anak-anak sekolah. Mereka akan sekolah kembali dengan melihat situasi jika abu gunung sudah reda, "ucap Sekda. 

 

Sekda mengatakan,masker dibagikan kepada pengendara maupun pejalan kaki. Karena mereka tidak memakai masker ataupun tidak memiliki masker. Pemda Halut tetap memberikan bantuan masker. Ini merupakan kepedulian Pemerintah Daerah Halmahera Utara terhadap masyarakat dan pendatang . 

 

"Kami sampaikan kepada warga Halmahera Utara dan sekitarnya, ketika ada erupsi abu gunung diharapkan untuk memakai masker supaya kita semua bisa sehat. Apalagi para pengendara dan pejalan kaki. Kita semua bisa saling mengingatkan untuk pakai masker, " tutup Sekda. 

 

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Halut Hentje Hetharia menjelaskan bahwa pembagian masker sejak pagi tadi kepada masyarakat terdampak berjumlah 4.900 lembar.BPBD Halut juga menghimbau kepada pendaki gunung Dukono untuk sementara waktu tidak melakukan pendakian sampai kondisi gunung kembali normal. (Humas 2).

 

 

Bagikan