Berita dan Informasi

DISKOMINFO - Sekretaris Daerah E.J.Papilaya hadiri acara penutupan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV yang berlangsung di Ruang Terbuka Publik (RTP), Borarsi-Manokwari.Jalan Bandung No.8 Borarsi kecamatan Manokwari Barat, Papua Barat. Minggu, 28 Juni 2026.

 

Pesparawi yang digelar dari tanggal 18-28 Juni 2026 tersebut diikuti oleh 38 Provinsi di seluruh Indonesia dengan menggelar 12 lomba yang ditandingkan, secara resmi ditutup oleh Menteri Agama Republik Indonesia KH.Nasaruddin Umar. 

 

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Jeanae Marie Tulung menyampaikan laporannya bahwa.seluruh rangkaian agenda strategis telah terlaksana dengan baik, mulai dari pengukuhan dewan juri yang profesional dan berintegritas, penyelenggaraan kompetisi pada 12 kategori lomba, Karnaval Budaya sebagai perwujudan semangat Bhinneka Tunggal Ika, pameran UMKM dan ekonomi kreatif, penanaman pohon di Pulau Mansinam sebagai implementasi program Ekoteologi, workshop penguatan kapasitas LPPD dan Pembimas Kristen se-Indonesia, hingga Musyawarah Nasional (Munas) yang menetapkan Provinsi Sulawesi Tengah sebagai tuan dan nyonya rumah Pesparawi Nasional XV Tahun 2029.

 

"Pesparawi Nasional XIV menjadi penyelenggaraan yang ramah lingkungan dengan mewajibkan seluruh kontingen membawa tumbler. Atas komitmen tersebut, Pesparawi mendapat penilaian dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai kegiatan dengan jumlah kontingen terbanyak yang menggunakan tumbler,"jelas Jeane. 

 

Dalam sambutannya, Menteri Agama KH.Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa Pesparawi bukan sekadar ajang perlombaan paduan suara gerejawi melainkan mengemban misi yang sangat mulia untuk memperkuat kerukunan, persaudaraan dan persatuan bangsa.Pesparawi telah menjadi momentum paling penting dalam perjalanan bangsa yang telah mengajarkan harmoni yang sesungguhnya. 

 

"Pesparawi bukan sekadar ajang kompetisi paduan suara, tetapi menjadi ruang perjumpaan yang memperkuat persaudaraan, membina kerukunan, serta menguatkan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan," ungkap Menag. 

 

Menag menuturkan beberapa hari terakhir bangsa Indonesia fokus di Papua Barat.Untuk menyaksikan kemajemukan suku, bahasa, budaya, dan latar belakang sosial dari Sabang sampai Merauke melebur menjadi satu bingkai dalam persaudaraan sejati lewat gemanya pujian,peserta Pesparawi tidak hanya menikmati keindahan harmoni vokal, tetapi juga menyaksikan indahnya kehidupan yang rukun dalam keberagaman yang menjadi Fondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

 

Menteri Agama juga mengapresiasi keberhasilan Pesparawi Nasional XIV dengan mengusung tema “Pesparawi Nasional Ramah Lingkungan”. Tema tersebut merupakan implementasi nyata dari salah satu program prioritas Kementerian Agama, yaitu penguatan ekoteologi.

 

 Menurut Menag keterlibatan sekitar 8.000 peserta dan ribuan pendukung dalam gerakan ramah lingkungan telah membangun kesadaran kolektif yang kuat. Berbagai praktik sederhana seperti membawa tumbler pribadi, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga memilah sampah menjadi kontribusi nyata dalam mendukung visi Indonesia yang ASRI yaitu aman, sejuk, resik, dan indah. 

 

"Saya berharap budaya ramah lingkungan yang telah dibangun selama Pesparawi tidak berhenti bersamaan dengan berakhirnya kegiatan, tetapi terus dibawa pulang dan diterapkan di daerah serta pelayanan lingkungan masing-masing peserta.

 

Kita telah mendeklarasikan kepada dunia bahwa nilai-nilai keagamaan dan kepedulian terhadap lingkungan harus berjalan seiring dengan landasan pembangunan bangsa yang berkelanjutan,” ucapnya. 

 

Kepada seluruh kontingen, Menag menegaskan bahwa setiap peserta adalah pemenang karena telah membawa misi perdamaian, persatuan, dan pelestarian lingkungan. Menurutnya, kemenangan sejati bukan semata-mata ditentukan oleh trofi yang diraih, melainkan oleh kontribusi dalam menghadirkan wajah Indonesia yang damai, harmonis, toleran, dan penuh kasih.

 

Menag mengajak seluruh peserta membawa semangat persaudaraan dan kerukunan dari Tanah Papua Barat ke daerah masing-masing sebagai energi untuk terus memperkuat persatuan bangsa.

 

Diakhir sambutan Menag menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat, Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN),LPPD,seluruh panitia, TNI/Polri, para pemimpin gereja, relawan, serta semua pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV sehingga berlangsung aman, tertib, dan damai.

 

Dengan memanjatkan puji syukur atas hadirat Tuhan Yang Maha Esa, Menteri Agama K.H.Nasarusin Umar menutup secara resmi Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari Papua. 

 

Sementara itu kehadiran Sekretaris Daerah Halmahera Utara E.J.Papilaya merupakan dukungan penuh dan menyemangati kontingen sebelum dan selama pagelaran berlangsung serta turut mensukseskan Pesparawi Nasional tahun 2026 di Kota Injil Manokwari. 

 

Pada akhir acara penutupan, dibacakan pemenang lomba dari 12 kategori.Kontingen Maluku Utara memperoleh Medali pada Pesparawi Nasional XIV Manokwari Papua Barat sebagai berikut. 

 

Perolehan medali Silver atau Perak 

1.Solo Anak usia 7-10.

2.Solo Anak Usia 11-15.

3.Solo Remaja Putra . 

4.Paduan Suara Wanita. 

5.Musik Pop Gerejawi. 

6.Paduan Suara Anak dan

7.Vocal Group (Perunggu)

 

Perolehan medali Gold atau emas. 

1.Solo Remaja Putri . 

2.Paduan Suara Pria. 

3.Musik Gerejawi Nusantara. 

4.Paduan Suara Remaja Pemuda. 

5.Paduan Suara Dewasa Campuran.(Humas 2).

 

 

Bagikan