Berita dan Informasi

DISKOMINFOSAN. Bertempat di lapangan upacara kantor Bupati Halmahera Utara (29/6), dilakukan upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Bumi Hibua Lamo. Bertindak sebagai inspektur upacara Bupati Piet Hein Babua. Hadir dalam upacara tersebut, Wakil Bupati Kasman Hi Ahmat, para Asisten, Staf Ahli Bupati, Pimpinan OPD dan ASN Halut sebagai peserta upacara. Seluruhnya mengenakan Pakaian Adat Nusantara.

 

Saat upacara tersebut, Bupati membacakan sambutan Peringatan Hari Keluarga Nasional dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr Wihaji, S.Ag, M.Pd. Dalam pidatonya, menekankan Tiga Pilar Utama Pembangunan Keluarga yaitu Pertama Kesehatan, menuntaskan Stunting. Anak yang terlambat perkembangan otaknya akan kesulitan bersaing di era kecerdasan buatan. Pemenuhan gizi di 1000 hari pertama kehidupan, harus menjadi gerakan nasional di setiap dapur keluarga.

 

Kedua Pendidikan Karakter, jadikan rumah sebagai madrasah abad 21. Di sinilah integritas, kejujuran dan kedisiplinan ditanam untuk mencetak manusia adaptif dan kolaboratif. Ketiga Ketahanan Mental, jadikan pelabuhan emosional yang stabil di tengah era yang penuh tekanan, agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang resilien dan tidak mudah menyerah.

 

Sebagai pesan Menteri pada Harganas ke-33, “Mari perbaharui paradigma kita. Keluarga bukan sekedar unit terkecil masyarakat, melainkan hulu dari segala kebijakan publik dan penentu arah pembangunan nasional. Kemajuan ekonomi dan infrastruktur yang megah tidak akan bermakna tanpa diimbangi oleh kualitas SDM yang bermoral dan bermental baja”.

 

Bupati juga memberikan arahan untuk penggunaan Pakaian Adat di lingkungan Pemerintahan Daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas budaya daerah. Penggunaan Pakaian Adat merupakan bagian dari komitmen menjaga identitas budaya, sekaligus menghormati warisan leluhur yang telah menjadi jati diri masyarakat Halmahera Utara.

 

“Halmahera Utara memiliki sejarah yang patut kita banggakan. Kabupaten ini, merupakan daerah pertama yang menerapkan penggunaan Pakaian Adat sebagai busana kerja di lingkungan Pemerintahan Daerah. Kebijakan tersebut, telah diterapkan pada periode 2006/2007 di bawah kepemimpinan Bupati almarhum Hein Namotemo. Penggunaan Pakaian Adat setiap hari Rabu. Dan kita akan mengunakan Pakaian Adat pada momen-momen tertentu,” kata Bupati.

 

Selamat Hari Keluarga Nasional, cintai keluarga dengan cinta yang terencana untuk membentuk keluarga berkualitas, Indonesia kuat, SDM Unggul, dan Bangsa Pemenang.(Humas1)

Bagikan