DISKOMINFOSAN - Konferensi Cabang V Wanita Katolik Republik Indonesia ( WKRI) Cabang Santa Maria Tobelo, secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah,Drs E.J.Papilaya.MTP, yang mewakili Bupati Halmahera Utara. Bertempat di Greenland Hotel. Sabtu 4 Oktober 2025.
Hadir juga dalam kegiatan itu, Penasehat Rohani, RD Johanis Ouduka, Presidium DPD WKRI Maluku dan Maluku Utara, Deliana Masela, Rektor Seminari Santo Josep Tobelo, RD Fery Renwarin, Ketua WKRI Cabang Santa Maria Tobelo, Yensy Emray, para Ketua Ranting dan semua anggota WKRI yang berjumlah kurang lebih 100 orang.
Ketua Panitia, Oktavia Liliyana, dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan pelaksanaan Konfercab ini adalah untuk mendengarkan Laporan Pertanggungjawaban Ketua DPC Periode 2022-2025 dan selanjutnya akan memilih Pengurus DPC yang baru periode 2025-2028.
Liliyana mengatakan, sebelum pelaksanaan Konfercab, pihaknya juga telah membuat Pra Konfercab sehari sebelumnya sebagai persiapan menuju puncak pelaksanaan Konfercab.
Sementara itu, Ketua DPC WKRI Santa Maria Tobelo, Yensi Emray, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa tahun
2025 adalah tahun istimewa bagi WKRI secara menyeluruh karena Gereja Katolik merayakan tahun Yubelium, dimana tahun Yubileum 2025 adalah tahun istimewa bagi Gereja Katolik dengan tema "Peziarah Harapan", yang fokus pada pembaruan harapan dan solidaritas di dunia yang penuh tantangan seperti perang dan pandemi, serta mendorong umat untuk menjadi pewarta harapan dan kebaikan melalui tindakan kasih dan pengampunan. Yubileum yang dirayakan setiap 25 tahun ini semua karya yang dilaksanakan, berdampak positif bagi Gereja dan masyarakat.
"Dalam rangka menuju 1 abad Indonesia Emas, WKRI adalah bagian dari Gereja, masyarakat dan bangsa. Karena itu kita tidak boleh berpangku tangan saja guna menyambut visi besar bangsa ini. WKRI harus mampu untuk berperan dalam kehidupan berbangsa dan gereja secara luas", tegas Yensy
Sedangkan penasehat Rohani WKRI Cabang Santa Maria Tobelo, RD Johanis Ouduka merasa bersyukur karena melihat semangat para ibu yang tergabung dalam organisasi WKRI karena ini merupakan wujud dari semangat iman dalam karya nyata di keluarga, Gereja dan masyarakat.
"Konfercab adalah momentum istimewa untuk bersyukur atas karya pelayanan yang telah dijalankan selama periode sebelumnya menjadi moment juga untuk berefleksi atas kelemahan dan keberhasilan agar semakin dewasa dalam melayani. Selain itu Konfercab juga digelar untuk rumuskan langkah-langkah ke depan dan juga untuk memilih pengurus baru pada periode selanjutnya.
Pelayanan WKRI tidak hanya melayani secara internal tetapi juga keluar ke masyarakat, berkarakter dan berdaya guna bagi banyak orang di Halut.
Peran WKRI sangat vital bagi keluarga, gereja dan masyarakat. Karena itu penting membangun kerjasama dengan DPD sehingga program dan pelayanan dilakukan secara selaras dan berdaya guna bagi gereja dan masyarakat", papar Jo, begitu sapaan Imam Diosesan ini.
Jo juga mengharapkan agar para anggota WKRI menimba inspirasi dari Santa Ana, Pelindung yang sangat inspiratif dan memberi contoh dan keteladanan dalam seluruh sejarah hidupnya. Pelayanan seorang Wanita Katolik bercermin dalam pelayanan di keluarga dan teladan bunda Maria, sebagai ibu gereja menjadi inspirasi bagi semua ibu.
Ketua Presidium DPD, WKRI Maluku dan Maluku Utara, Deliana Masela, yang baru pertama kali menginjakkan kakinya di Tobelo merasa sangat terkesan atas persiapan yang dilakukan oleh pihak Panitia Konfercab.
Dan dalam sambutannya, Deliana memaparkan bahwa bertolak dari tema sentral yang ditetapkan pada Kongres XXI tahun 2023, yang telah menetapkan Thema "Peran Perempuan Mewujudkan Kesejahteraan Bersama Dalam NKRI", dan untuk mewujudkan kesejahteraan bersama membutuhkan peran semua anggota WKRI sebagai perempuan.
"Kita ini bukan kelompok kategorial , tetapi kita adalah ormas yang melayani masyarakat di luar yang juga membutuhkan perhatian kita sebagai WKRI. Karena itu sangat diharapkan lewat Konfercab ini, selain memilih pemimpin yang baru, kita juga dapat mencetuskan program-program yang strategis dan mudah dilaksanakan dan bermanfaat bagi siapa saja yang kita layani", papar Deliana.
Lebih lanjut dipaparkan oleh Deliana bahwa ada 4 isu kritis yang telah ditetapkan dalam Kongres XXI tahun 2023 yaitu,
1. Korupsi dan Pengeroposan Ideologi Bangsa
2. Perempuan dan Anak dalam Konteks Kemiskinan Struktural
3. Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim.
4. Perempuan dan Perkembangan Teknologi dan Informasi.
"Kita harus tetap semangat, berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah setempat, gereja dan organisasi -organisasi perempuan lainnya.
Jadikan organisasi ini sebagai organisasi yang inklusif, terbuka dan bisa kerjasama dengan semua orang. Salah paham dalam organisasi tetap ada tapi harus diselesaikan dalam semangat ASIH, ASUH dan ASA", ungkap Deliana.
Sementara itu Sekretaris Daerah Halmahera Utara E.J. Papilaya, dalam sambutannya, sebelum membuka secara resmi acara Konfercab ini, berpesan agar program yang disusun harus dalam semangat cinta kasih.
"Kita semua dipanggil sebagai orang yang berorganisasi yang memiliki AD dan ART yang punya pimpinan. Karena itu para pengurus organisasi, harus terampil mengelola keuangan dan mengurus organisasi. Harus memiliki tanggungjawab sehingga organisasi bisa berkembang di tengah masyarakat.
Selain itu sebagai organism, yang bergerak dalam pertumbuhan, setiap orang dalam organisasi hendaklah jangan letih, lesu atau malas mengurus organisasi. Ini menjadi wadah untuk kita saling membangun dan menyentuh satu sama lain dalam suasana yang harmonis", ucap Sekda.
Sekda pada kesempatan ini mengajak anggota WKRI agar bisa memanfaatkan lahan kebun dengan menanam kelapa, pala dan tanaman lainnya yang bisa menjadi investasi bagi anak cucu ke depan. Karena dengan demikian kesejahteraan keluarga bisa tercapai. ( Humas 2).