Berita dan Informasi

 

DISKOMINFOSAN. Menjelang petang hari Sabtu 10 Januari 2025, KM SAR 237 Pandudewanata  merapat di desa Doitia kecamatan Loloda Utara. Tim Gabungan yang dilepas Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua, dari Pelabuhan Tobelo ini, terdiri dari unsur TNI/Polri, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Satpol PP, BPBD, PMI, Tim SAR, serta Tim Kesehatan, mulai melakukan tugasnya. Sesuai arahan Bupati saat pemberangkatan tim ini akan Focus Pembersihan Kawasan Pemukiman di desa Doitia. Agar secepatnya bisa dihuni kembali.

 

Dan hari ini (11 Januari 2026), pekerjaan pembersihan kawasan pemukiman mulai dilakukan. Penanganan banjir saat ini sudah dilakukan oleh Tim Gabungan. Kepala BPBD Halmahera Utara, Hentje Hetharia, menyatakan bahwa penanganan diperkirakan akan memakan waktu sesuai dengan progres pekerjaaan di lokasi bencana, meski Bupati menetapkan maksimal satu minggu.

 

“Jenis pekerjaan yang sedang dilakukan meliputi pembersihan lumpur di rumah warga, sumur-sumur, dan drainase. Semua alat-alat sudah lengkap dan pekerjaan pembersihan mulai dilakukan hari ini,” kata Kepala BPBD Halmahera Utara, Hentje Hetharia.

 

Dari masyarakat Petrus Sitanala, mengusulkan normalisasi sungai Doitia. Karena saat ini Sungai tersebut, tersumbat oleh longsoran tanah dan tumpukan kayu besar, yang diduga menjadi penyebab utama terjadinya banjir dan meluap masuk ke kawasan pemukiman warga. Sehingga menimbulkan banjir dengan ketinggian air 30-50 cm di rumah-rumah warga. Dan kawatir, jika  sewaktu-waktu hujan deras, banjir akan kembali terjadi lagi.(*)

Bagikan