DISKOMINFOSAN, Mahasiswa dari berbagai fakultas antusias mengikuti University Workshop bertajuk “Check Your Fact: Countering Disinformation in the Digital Age” yang digelar oleh Reality Check Indonesia. Acara ini berlangsung di Aula Kampus Universitas Hein Namotemo (Unhena), Kabupaten Halmahera Utara, pada Kamis, 13 Juni 2025.
Workshop ini merupakan hasil kolaborasi antara Reality Check Indonesia, Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Utara, Universitas Hein Namotemo, serta lembaga asal Polandia. Tujuannya adalah untuk membekali generasi muda, khususnya mahasiswa, dengan keterampilan literasi digital dan kemampuan memverifikasi informasi secara mandiri di tengah derasnya arus disinformasi.
Hadir dalam kegiatan ini Drs. Wenas Rompis, Staf Ahli Bupati Bidang Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Kemasyarakatan Setda Halmahera Utara, yang mewakili Bupati Halut. Rektor Universitas Hein Namotemo, Dr. Hendriana Namotemo, S.S., M.M., serta Pemateri DR. Lady Grace Jane Giroth, S.S, M.M dan dari Polandia yakni Wojciech Szpocinaki, Sylwia Szparkowska, Tadeusz Iwanski, dan Igor Luchianov.
Dalam sambutannya, Rektor Unhena menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah menunjuk kampusnya sebagai tuan rumah kegiatan edukatif ini. “Apresiasi kami sampaikan kepada Pemerintah Daerah yang telah mempercayakan kampus kami sebagai tuan rumah. kegiatan ini Merupakan kehormatan bagi kami bisa menjadi bagian dari upaya edukasi literasi digital,” ucapnya.
Workshop ini, ada sesi interaktif seputar cara mengenali berita palsu (hoaks), informasi manipulatif, serta etika dalam membagikan informasi digital. Peserta juga diajak berdiskusi secara aktif mengenai peran mereka sebagai mahasiswa dalam membangun budaya literasi digital yang sehat dan bertanggung jawab.
Wojciech Szpocinaki, salah satu pemateri asal Polandia, mengingatkan bahwa era digital membawa dua sisi. “Di satu sisi, kita mendapatkan kemudahan akses informasi dan efisiensi konektivitas global. Tapi di sisi lain, kita juga dihadapkan pada banjir informasi yang belum tentu valid karena banyaknya sumber yang tidak kredibel,” jelasnya.
Melalui workshop ini, peserta diharapkan mampu berpikir kritis terhadap informasi yang diterima, serta tidak mudah terpengaruh oleh konten provokatif tanpa dasar yang jelas. Reality Check Indonesia juga menyatakan harapannya agar kegiatan semacam ini dapat diperluas ke lebih banyak kampus di seluruh Indonesia sebagai bagian dari gerakan nasional melawan disinformasi dan memperkuat demokrasi digital.(humas3)