Diskominfosan – Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di depan Ditreskrimun Polda Maluku Utara pada hari Rabu, 14 Agustus 2024, mendapat tanggapan serius oleh Pemerintah Daerah, yang mana dalam aksi tersebut menuntut agar Bupati Halmahera utara segera ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Malut. Malalui juru bicara Pemda Halut, Plt. Kepala Dinas Kominfosan Dalton Sero, S.Pd, M.Si, mengatakan bahwa, aksi yang dilakukan tersebut sangat memprihatinkan dan dapat menurunkan Nilai adat dan budaya Hibualamo yang lebih mengedepankan dialog, saling menghargai apalagi dengan orang yang lebih tua. Aksi yang dilakukan oleh masa aksi tersebut, dianggap sebagai sesuatu hal yang tidak pantas, karna dirasa persoalan terkait dengan insiden yang terjadi beberapa bulan lalu tepatnya di tanggal 31 Mei 2024 dianggap sudah selesai, dan sudah ada kesepakatan damai antara kedua belah pihak yaitu Bupati Halmahera Utara dan Ketua GMKI Cab. Halmahera Utara Rivaldo Djini yang dilakukan di ruang rapat Bupati tanggal 3 Juli 2024.
Menurut Juru Bicara Pemda Halut, bahwa persoalan ini tidak perlu harus di perpanjang lagi, karena semua orang juga tahu bahwa permasalahan ini sudah selesai, dan sudah ada kesepakatan damai, apalagi organisasi GMKI ini adalah merupakan organisasi pelayanan, yang membawa damai dimuka bumi. Mari kita Kembali melihat moto dari GMKI yaitu. “Ut Omnes Unum Sint” bila kita diterjemahkan kedalam bahasa indonesia, yaitu: “Supaya semua satu adanya”. Maka sesuai dengan moto GMKI saya mengharapkan agar persoalan ini jangan diperpanjang lagi, dan kembali pada perdamaian yang sesungguhnya, jangan mudah dipecah belah, sebagaimana dalam fungsinya GMKI sejatinya diamanatkan untuk selalu bersatu untuk menjaga kerukunan terhadap semua perbedaan yang ada.
Selanjutnya Kadis Kominfosan Dalton Sero, S.Pd, M.Si mengatakan agar supaya Masyarakat Halut senantiasa selalu menjaga ketertiban dan kedamaian, menjelang PILKADA yang akan berlangsung dalam beberapa bulan kedepan, mari torang jaga persaudaraan, jauhkan segala perselisihan dan tetap menjaga persatuan walaupun kita berbeda. Tutupnya