DISKOMINFO - Upaya penyelesaian konflik pemalangan jalan lintas Galela–Tobelo akhirnya membuahkan titik terang setelah dipimpin langsung oleh Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua. Mediasi bersama warga Desa Igobula, Kecamatan Galela Selatan tersebut berlangsung kondusif pada Senin (26/10/2026)
Guna meredam ketegangan setelah insiden pembacokan di wilayah KM 19, sebuah upaya mediasi digelar untuk menjamin keamanan dan kelancaran aktivitas warga setempat. Agenda yang dimulai sekira pukul 10.10 WIT tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Halmahera Utara didampingi oleh Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu, Dandim 1508/Tobelo Letkol Kav Rhamdani Akbar, jajaran pemerintah kecamatan dan desa, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Melalui sebuah forum mediasi, seluruh pihak sepakat untuk menjaga kondusivitas daerah dan mempercayakan penanganan kasus pembacokan kepada pihak kepolisian.
Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, memberikan teguran keras kepada seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) kecamatan berinisial RS. RS dimintai pertanggungjawaban agar tidak memperkeruh suasana dan aktif menjaga ketertiban.
Bupati juga menginstruksikan jajaran pemerintah desa serta kecamatan untuk memfasilitasi proses klarifikasi terkait keterlibatan sang ASN, seraya menegaskan bahwa dugaan pelanggaran disiplin akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.
"Kami meminta seluruh lapisan masyarakat untuk menahan diri dan menghindari segala tindakan provokatif yang dapat memicu benturan fisik. Terkait kasus pembacokan yang terjadi, biarkan aparat kepolisian bekerja menuntaskannya secara hukum," ujar Bupati Piet Hein Babua.
Dalam pertemuan mediasi tersebut, RS akhirnya mengakui bahwa dirinya yang menginstruksikan sejumlah pemuda untuk memblokade jalan. Aksi sepihak itu ia lakukan sebagai bentuk protes karena merasa pembukaan palang sebelumnya tidak dikoordinasikan terlebih dahulu dengan warga setempat.
Menanggapi situasi ini, Kapolres Halmahera Utara mengimbau masyarakat untuk tidak lagi melakukan aksi blokade jalan yang dapat merugikan kepentingan umum. Kapolres juga meminta kerja sama warga untuk memberikan informasi sekecil apa pun guna membantu polisi mempercepat pengungkapan kasus penganiayaan tersebut.
Di sisi lain, Dandim 1508/Tobelo memastikan bahwa personel gabungan TNI-Polri telah berkoordinasi secara taktis di lapangan untuk membuka kembali akses jalan yang sempat ditutup.
Berkat pendekatan persuasif, jalur lintas Galela–Tobelo sudah berhasil dibuka total sejak pagi hari, sehingga mobilitas logistik dan aktivitas harian masyarakat kini telah kembali berjalan normal.
Senada dengan pemerintah dan aparat, tokoh masyarakat beserta pihak keluarga korban turut mengeluarkan seruan damai. Mereka meminta warga agar tetap tenang, tidak mudah terpancing isu-isu liar, dan memberikan ruang sepenuhnya bagi kepolisian untuk menegakkan keadilan.(Humas 2).