DISKOMINFO – Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, menghadiri kegiatan kampanye Perlindungan Anak yang dirangkaikan dengan deklarasi serta penandatanganan Komitmen Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN). Kegiatan ini berlangsung di SD Inpres Mamuya, Kecamatan Galela, pada Senin (26/10/2026).
Dalam laporannya, Manajer Wahana Visi Indonesia (WVI), Rani Purba, menyampaikan bahwa SD Inpres Mamuya merupakan sekolah ke-41 yang melaksanakan kampanye perlindungan sekolah "Setara" pada tahun ini.
"Total sekolah yang WVI dampingi untuk tahun ini adalah 50 sekolah. Kami bersyukur Pak Bupati berkenan meninjau lokasi langsung," ujar Rani.
Rani menjelaskan bahwa Program Kreasi dari WVI memiliki ruang lingkup, di mana fokus utamanya lebih banyak pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), wawasan, ilmiah, serta keterampilan. Oleh karena itu, ia menambahkan bahwa dukungan infrastruktur berupa bangunan sekolah fisik masih sangat dibutuhkan untuk benar-benar menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Di tempat yang sama, Bupati Piet Hein Babua memberikan apresiasi yang tinggi kepada WVI. Menurutnya, program-program yang dicanangkan WVI memberikan dampak yang sangat positif bagi kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Halmahera Utara.
"Saat ini, dunia pendidikan di Halmahera Utara dikenal dengan istilah 'Setara' yang berarti Sekolah Tanpa Kekerasan. Istilah ini sangat identik dengan visi Piet-Kasman, yaitu Sehat, Terdidik, Berbudaya, dan Aman," tegas Bupati.
Bupati Piet juga merefleksikan kondisi pendidikan masa lalu, di mana hampir seluruh wilayah di Indonesia kerap diwarnai oleh tindakan kekerasan terhadap anak—baik antar teman sebaya, guru ke murid, maupun orang tua ke anak. Namun, kehadiran program Kreasi dari WVI kini membawa perubahan nyata yang manfaatnya langsung terasa dalam menyuarakan perlindungan anak.
"Terima kasih karena kehadiran Wahana Visi Indonesia telah membantu pemerintah daerah dalam menyukseskan pendidikan di Halmahera Utara," ungkap Bupati.
Acara tersebut diakhiri dengan prosesi penandatanganan Komitmen Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Penandatanganan perdana dilakukan langsung oleh Bupati Piet Hein Babua, yang kemudian diikuti oleh kepala sekolah, kepala desa, tamu undangan, orang tua murid, serta jajaran guru.(Humas 2).