Berita dan Informasi

DISKOMINFOSAN - Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, M.Si., menjadi narasumber utama dalam Diskusi Panel Akademik bertema “Potensi Lokal Menuju Ekonomi Berkelanjutan: Mempercepat Hilirisasi Kelapa dan Pala di Halmahera Utara” yang berlangsung di Kampus Universitas Hein Namotemo (UNHENA), Jumat (9/10). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-11 UNHENA sekaligus menjadi wadah diskusi untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mengoptimalkan potensi lokal guna mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

 

Hadir dalam kegiatan Rektor UNHENA beserta jajaran pimpinan universitas, para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Bappeda, dan Kepala Bagian Tata Pemerintahan, serta para dosen, mahasiswa, dan peserta diskusi panel akademik. Melalui forum ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah daerah dan dunia akademik dalam merumuskan gagasan serta strategi percepatan hilirisasi kelapa dan pala untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal dan kesejahteraan masyarakat Halmahera Utara.


Dalam pemaparannya, Bupati Piet Hein Babua menegaskan bahwa pembangunan ekonomi berkelanjutan harus dimulai dengan mengoptimalkan potensi daerah, antara lain sektor pertanian, perkebunan, pariwisata, dan pertambangan. Menurutnya, pengelolaan potensi tersebut perlu dilakukan secara terarah agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya menyelaraskan kebijakan pemerintah daerah dengan kebijakan pemerintah provinsi dan nasional, sehingga strategi pembangunan yang dirancang dapat berjalan secara terpadu dan berkelanjutan.

 

Bupati menjelaskan bahwa hilirisasi menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal, khususnya kelapa dan pala yang memiliki potensi besar di Halmahera Utara. Sejalan dengan arah kebijakan pembangunan nasional yang menekankan hilirisasi dan penguatan industri, produk perkebunan tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi perlu dikembangkan melalui proses pengolahan yang mampu meningkatkan daya saing dan nilai ekonominya. Dengan demikian, hilirisasi diharapkan dapat membuka peluang usaha, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta memperkuat kontribusi sektor perkebunan terhadap perekonomian daerah.

 

Sementara itu, Rektor Universitas Hein Namotemo dalam sambutannya menyampaikan bahwa diskusi panel tersebut merupakan forum strategis untuk mempertemukan pemikiran akademik dengan kebutuhan pembangunan daerah. Ia berharap kolaborasi antara UNHENA dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dapat terus diperkuat, khususnya dalam mengidentifikasi potensi lokal, membahas berbagai tantangan, serta merumuskan langkah nyata yang dapat mendukung pembangunan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, sinergi pemerintah daerah, perguruan tinggi, perangkat daerah terkait, dan mahasiswa diharapkan mampu melahirkan gagasan serta inovasi untuk mempercepat hilirisasi kelapa dan pala sekaligus mendukung penerapan konsep blue economy dan green economy di Halmahera Utara.(Humas3)

Bagikan