Berita dan Informasi

DISKOMINFO – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Halut) bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bergerak cepat merespons ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian mengkhawatirkan. Langkah darurat ini diambil menyusul ditemukannya 117 titik api (hotspot) pembakaran hutan di wilayah tersebut.

 

Sebagai bentuk penanganan cepat, Pemda Halut dan jajaran Forkopimda melakukan kunjungan lapangan dan sosialisasi didua lokasi sekaligus, yakni Kantor Camat Tobelo Barat dan Kantor Camat Kao Teluk pada Sabtu 19 September 2026.

 

Kegiatan krusial ini dihadiri langsung oleh Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, M. Si,. Sekretaris Daerah, Drs. E.J. Papilaya, MTP, Ketua DPRD Halut, Christina Lesnussa.Dandim 1508/Tobelo, Letkol Kav Ramadhani Akbar S.IP. Ketua Pengadilan Negeri (PN), Tri Asnuri Herkutanto, S.H., M.H.Wakapolres Halut, Kompol Saiful Egal S.AP.Jajaran Asisten dan Staf Ahli, Kabag Tata Pemerintahan Oscar Berto Mene, S.STP.,M.AP, pimpinan OPD terkait, Camat Tobelo Barat, serta para Kepala Desa se-Kecamatan Tobelo Barat dan Kao Teluk. 

 

Bupati Piet Hein Babua menegaskan bahwa Karhutla bukan lagi sekadar isu lokal, melainkan sudah menjadi permasalahan berskala nasional yang mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Pemerintah daerah memberikan imbauan keras kepada masyarakat melalui para Kepala Desa agar mengedukasi warga di wilayah masing-masing.

 

"Jangan ada lagi aktivitas pembakaran hutan dan lahan dengan alasan apa pun," tegas Bupati dalam pertemuan tersebut.

 

Bupati meminta adanya optimalisasi dan pemberdayaan Kamtibmas di setiap desa dan mengapresiasi kebersamaan seluruh unsur Forkopimda, jajaran Pemerintah tim lapangan, maupun masyarakat untuk responsif serta saling membantu dalam menghadapi ancaman Karhutla. 

 

"Siapa yang tanggap harus segera bergerak. Kita harus saling backup jika ada kejadian dari satu titik ke titik yang lain," tuturnya.

 

Bupati menekankan dua poin penting dalam eksekusi pemadaman di lapangan yaitu prioritas keselamatan tim pemadam dan warga sekitar harus menjadi prioritas utama di atas segalanya.

 

Selain itu pengaturan dan distribusi ketersediaan air harus dikelola secara matang dan efisien agar penanganan titik api berjalan optimal. 

 

Lanjut Bupati akan ada dukungan dari pihak swasta berupa bantuan mobil pemadam dari PT Nico.Sebagai langkah antisipasi dan koordinasi teknis yang lebih mantap, Pemda menjadwalkan pemanggilan pihak manajemen PT Nico paling lambat pada Senin pekan depan. 

 

Langkah ini diambil guna memastikan kesiapan teknis armada bantuan swasta tersebut sembari terus memaksimalkan seluruh potensi kedaruratan yang dimiliki daerah saat ini. 

 

Melalui Kepala desa dalam rapat tersebut, msyarakat di Kecamatan Kao Teluk meminta Pemda Halut untuk memfasilitasi permohonan bantuan tempat penampungan air bersih kepada PT Nusa Halmahera Minerals (PT NHM). Fasilitas ini dinilai sangat penting untuk menjadi cadangan air darurat saat terjadi musibah kebakaran di permukiman maupun perkebunan warga.(Humas 2).

 

Bagikan