Berita dan Informasi

DISKOMINFO - Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, M.Si., meresmikan dan mentahbiskan Gedung Gereja Baru Jemaat GMIH Kristus Itu Raja di Desa Pitu, Kecamatan Tobelo Tengah, pada Kamis, 17 September 2026. 

 

Prosesi peresmian yang berlangsung khidmat ini ditandai dengan pengguntingan pita, penandatanganan prasasti, dan pelepasan burung merpati. Rangkaian acara dimulai dengan ibadah di gedung gereja lama, dilanjutkan dengan prosesi berjalan kaki menuju gedung gereja baru. Di gedung yang baru, dilakukan doa, pembacaan Alkitab dari 1 Raja-Raja 9:1–5, serta pemberitaan Firman Tuhan yang dipimpin oleh Pdt. Leundame S. Boediman, M.Th. Acara kemudian ditutup dengan ibadah perdana di dalam gedung gereja baru.

 

Bupati Piet Hein Babua hadir didampingi oleh sejumlah pejabat daerah, antara lain Ir. Valentino E. Leiwakabessy, MMA ,Asisten III Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Halmahera Utara, Alfinansius Tenga, S.H., M.H. Kepala DPMPTSP Halmahera Utara, Yulis Djumoko, S.E., Camat Tobelo Tengah.

 

Turut hadir pula anggota DPRD Kabupaten Halmahera Utara Mariane Priska Tadjibu, Ketua BPHS-GMIH Pembaharuan Halmahera Utara Pdt. Anselmus Puasa, M.Th., Kasat Samapta Polres Halmahera Utara IPTU Rujiono Tjuluku, S.E. mewakili Kapolres, Kepala Desa Pitu, Kepala Desa Lina Ino, Kepala Desa Wosia, unsur pimpinan GMIH, panitia pembangunan, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat.

 

Ketua Panitia Pembangunan dalam laporannya mengungkapkan bahwa berdirinya gedung gereja ini merupakan buah dari perjalanan panjang, doa, dan pengorbanan jemaat. Jemaat GMIH Kristus Itu Raja Pitu pertama kali berdiri pada 17 April 2014 dengan modal awal 30 kepala keluarga. Peletakan batu pertama dilakukan pada 17 November 2015. Pembangunan ini memakan waktu sekitar satu dekade (10 tahun). 

 

Dana yang berhasil dihimpun dan dialokasikan untuk pembangunan ini mencapai Rp2.129.157.000. Panitia menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan materi maupun spiritual, termasuk kepada GBI Pembaharuan.

 

Ketua BPHS-GMIH Pembaharuan Halmahera Utara, Pdt. Anselmus Puasa, M.Th., menyampaikan rasa syukur atas buah iman dan kebersamaan jemaat yang kini telah terwujud. Ia berharap gedung baru ini tidak sekadar menjadi simbol fisik atau tempat ibadah ritual semata, melainkan bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan iman, wadah persekutuan, pelayanan, dan kesaksian yang hidup. Jemaat juga diimbau untuk terus merawat persatuan demi membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis. 

 

Dalam sambutannya, Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua menegaskan bahwa rampungnya gedung fisik ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjuangan sesungguhnya untuk membangun jemaat yang hidup dalam iman dan pelayanan.

 

Bupati memberikan catatan khusus mengenai pentingnya ketahanan keluarga di era digital. Ia mengingatkan bahwa keluarga adalah "gereja kecil" tempat fondasi iman pertama kali dibentuk.

 

" Oleh karena itu, orang tua diminta hadir secara nyata mendampingi anak-anak, membangun komunikasi yang sehat, serta membentengi karakter generasi muda dari dampak negatif perkembangan teknologi, "ujar Bupati. 

 

Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara secara terbuka juga menyatakan dukungannya terhadap proses rekonsiliasi total dan penyatuan kembali Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH). Agenda besar yang melibatkan kerukunan umat beragama ini ditargetkan harus terlaksana sepenuhnya pada tahun 2027 mendatang.

 

Bupati Halmahera Utara menegaskan bahwa persatuan di tubuh organisasi gereja terbesar di wilayah tersebut bukan hanya kepentingan internal jemaat, melainkan juga pilar penting dalam menjaga stabilitas, keamanan, dan kedamaian daerah. Oleh karena itu, Pemerintah Daerah siap memberikan intervensi nyata, termasuk menyediakan dukungan alokasi anggaran yang ada guna memastikan seluruh rangkaian tahapan rekonsiliasi berjalan lancar.

 

“Proses penyatuan ini harus terlaksana pada tahun 2027. Pemerintah daerah berkomitmen penuh mengawal agenda ini, dan kami mendukungnya dengan ketersediaan anggaran daerah agar kendala teknis maupun pelaksanaan di lapangan dapat teratasi dengan baik,” ujar Bupati dalam sambutannya.(Humas 2)

 

Bagikan