DISKOMINFOSAN. Kementerian Agama melalui Bimas Kristen Kabupaten Halmahera Utara menggelar Doa Pergumulan untuk Halmahera Utara, (3/9) malam, di Graha Bethani Tobelo. Kegiatan tersebut menghadirkan hamba-hamba Tuhan dan pimpinan gereja dari berbagai denominasi, bersama sejumlah undangan lainnya. Doa pergumulan diawali dengan perenungan firman Tuhan yang dibawakan oleh Pdt Demianus Itje, yang dilanjutkan dengan rangkaian 10 pokok doa yang disampaikan secara berantai, oleh sepuluh hamba Tuhan sebagai bentuk pergumulan bersama bagi Kabupaten Halmahera Utara. Atas musim kemarau memohon hujan dan terhidar dari berbagai musiba.
Kepala Seksi Bimas Kristen Kemenag Halmahera Utara, Hedelberg Loleng, menyampaikan bahwa doa bersama ini merupakan bagian dari pelayanan Bimas Kristen dalam menyikapi berbagai pergumulan yang sedang dihadapi masyarakat, khususnya kondisi musim kemarau dan bencana kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah. Ia menyampaikan apresiasi kepada para hamba Tuhan dan pimpinan gereja lintas denominasi yang telah hadir, serta kepada jemaat Bethani yang telah menyediakan tempat bagi pelaksanaan ibadah pergumulan ini. “Kiranya Tuhan menjawab setiap pergumulan dan doa kita untuk Halmahera Utara,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah E. J Papilaya, mewakili Bupati, menyampaikan salam hormat dan apresiasi kepada seluruh pimpinan gereja, hamba Tuhan, serta jajaran OPD yang hadir dalam kegiatan Doa Pergumulan. Menurutnya, doa bersama menjadi kekuatan penting dalam menghadapi berbagai persoalan daerah. Pemerintah dan masyarakat diajak untuk terus bergandengan tangan, menjaga kedamaian, keamanan, serta kelestarian lingkungan. “Mari menjadi orang-orang yang berdoa dan berdoa untuk daerah kita. Dalam situasi kemarau ini, kita harus bergandengan tangan. Umat dan jemaat bersatu mengambil bagian dalam penanganan kondisi yang kita hadapi bersama,” pesannya.
Ia juga menyebutkan bahwa kondisi kemarau telah berdampak pada munculnya kebakaran di beberapa titik dengan luasan sekitar 260 hektar, sehingga membutuhkan kepedulian dan kerja sama seluruh elemen masyarakat.
Doa pergumulan ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan lintas denominasi dan lintas elemen masyarakat, sekaligus memohon pertolongan Tuhan agar Halmahera Utara diberikan keselamatan, kedamaian, hujan yang cukup, serta perlindungan dari bencana kebakaran. Bersama dalam doa, bergandengan tangan dalam pelayanan, dan bersatu menjaga Halmahera Utara.(Humas1)