DISKOMINFOSAN. Universitas Hein Namotemo (Unhena) menggelar International Seminar bertajuk “Sustainable Heritage and Coastal Resource Management: Building Community Resilience in Eastern Indonesia”, (Manajemen Warisan Budaya/Alam dan Sumber Daya Pesisir yang Berkelanjutan : Membangun Ketahanan Masyarakat di Indonesia Timur). Selasa (1/9), di Kampus UNHENA.
Seminar dibuka secara resmi oleh Asisten II Setda Halmahera Utara, Wenas Rompis, mewakili Bupati Halmahera Utara. Kegiatan menghadirkan Prof. R.W. Carter, Ph.D., B.Sc. sebagai pembicara dan diikuti mahasiswa Unhena. Dalam Seminar ini, membahas pentingnya pengelolaan warisan budaya dan alam serta sumber daya pesisir secara berkelanjutan guna memperkuat ketahanan masyarakat, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Rektor Unhena, Hendriane Namotemo dalam prakata pembuka, mengungkapkan sangat bahagia, karena menghadirkan pembicara dari internasional di seminar ini dan antusias mahasiswa Unhena bahkan sampai kursi yang disediakan tidak cukup karena banyaknya minat mahasiswa untuk mengikuti seminar internasional. “Terima kasih untuk pembicara yang sudah berkenan hadir, begitu juga dengan Pemda Halut yang diwakili Asisten II, dari Pariwisata Provinsi Maluku Utara bidang Destinasi serta mahasiswa yang hadir saat ini,” kata Hendriane.
Seminar ini menjadi ruang akademik bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan dan pengetahuan mengenai pentingnya pengelolaan warisan budaya maupun alam serta sumber daya pesisir secara berkelanjutan, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan dan perubahan lingkungan di kawasan Indonesia Timur.
Dalam konteks Halmahera Utara yang memiliki kekayaan sumber daya alam, budaya dan wilayah pesisir, pengelolaan yang berkelanjutan menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan masyarakat. Kolaborasi antara dunia akademik, pemerintah dan masyarakat diperlukan untuk memastikan potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara bijaksana tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan dan nilai-nilai budaya.
Asisten II, dalam sambutannya menyatakan, “Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara menyambut positif kegiatan ini sebagai ruang pertukaran pengetahuan sekaligus mendorong peran generasi muda dalam menjaga potensi lingkungan dan budaya daerah,”kata Rompis. Mengakhiri sambutannya, atas nama Bupati membuka secara resmi, Seminar Internasional.(Humas1)