DISKOMINFO - Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua bersama Forkopimda, melakukan peninjauan sekolah rakyat dalam rangka persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Rakyat, di Desa Kukumutuk Kecamatan Kao Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara.Jumat 10 Juli 2026.
Hadir juga dalam kegiatan tersebut Sekda E.J.Papilaya,Dandim 1508/Tobelo Letkol Kav. Ramadhani Akbar, Kajari Halmahera Utara, Rahmat , Ketua Pengadilan Negeri Tobelo, R. Muhammad Shakrani, Ketua DPRD Halmahera Utara, Christina Lesnussa, Pejabat Pembuat Komitmen Kementerian PUPR, Peter Paul J.Nanlohy, dan mewakili Kapolres Halmahera Utara, IPDA Iskandar A. Tjiuda ( Kapolsek Danyonif 732/Banau Letkol Inf Sandhya Dika Kalantaka, Danki C Yonif 732/Banau Kapten Inf Henry Yanuar Emha,Kadis Sosial Andarias Panimba, pimpinan OPD Halmahera Utara, dan Pemerintah Kecamatan Kao.
Pejabat Pembuat Komitmen Kementerian PUPR, Peter Paul J.Nanlohy, memaparkan laporannya bahwa Pembangunan sekolah rakyat di Kecamatan Kao melibatkan 1.485 orang pekerja, dan proses pekerjaan telah lebihi diatas 50% untuk bangunan SD SMP dan SMA. Sementara, bangunan kantin dan mes asrama dalam tahapan pemasangan keramik serta saluran air sementara belum lengkap untuk air bersih yang akan disalurkan karena bangunan pengolahan belum selesai.
"Sekolah Rakyat Maluku Utara di Desa Kukumutuk ini mulai dikerjakan pada bulan Februari 2026 dengan melibatkan para pekerja sebanyak 1.485 orang. Progres pengerjaan sudah diatas 50% adalah bangunan SD dan SMP.
Sebagai laporan kami kepada Forkopimda Kabupaten Halmahera Utara,bangunan kantin dan mes atau asrama dalam tahapan pemasangan keramik serta saluran air sementara belum lengkap untuk air bersih yang akan disalurkan karena bangunan pengolahan belum selesai," ujar Nanlohy.
Menurutnya,Kapasitas siswa sekolah Rakyat dari SD sampai.SMA sebanyak 1.080 orang,pihaknya sudah menerima arahan dari Bapak Wagub Malut, bahwa harus ada progres pembangunan gedung yang harus diselesaikan terlebih dahulu agar anak-anak yang terdaftar di sekolah rakyat yang hingga saat ini bersekolah masih memakai gedung diluar sudah menikmati bangunan sekolah rakyat.
"Dalam proyek pekerjaan sekolah rakyat ini kita mendapat bantuan air dari balai sungai dan balai jalan sehingga distribusi air dalam proses pembangunan tidak ada kendala," ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua menyampaikan bahwa tujuan peninjauan progres pembangunan sekolah rakyat ini untuk melihat sejauhmana pembangunannya. Karena mengingat pada 14 Juli 2026 akan dilaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.(MPLS) Rakyat secara Nasional melalui daring.
"Jadi hari ini kami datang bersama Forkopimda untuk melihat progres pembangunannya, Kami Pemda Halmahera Utara bersama Forkopimda sangat mendukung hal ini," jelasnya Bupati.
Bupati juga mengatakan ini adalah program strategis pembangunan nasional yang mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Bahwa ssiswi-siswi yang terdaftar dalam sekolah rakyat ini tergabung di dalam 17 Kecamatan Kabupaten Halmahera Utara sehingga tempat tinggal menjadi prioritas.(Humas 2).