DISKOMINFOSAN. Kehadiran Sharon Chan (First Secretary) dan Khairul Anwar Abdul Wahab (Third Secretary) Kedutaan Besar Singapura, di kabupaten Halmahera Utara diterima secara resmi oleh Bupati Piet Hein Babua, di Kantor Bupati Halut (9/5). Tujuannya untuk mengetahui penanganan, pendaki warga Singapura pasca erupsi gunung Dukono.
Pertemuan yang berlangsung di ruang meeting Bupati, dihadiri Forkopimda dan OPD terkait. Dalam pertemuan ini, Bupati menjelaskan tentang proses penanganan yang sudah diberikan Pemerintah Daerah bagi 17 pendaki yang berhasil selamat, termasuk 7 pendaki asal ingapura. Saat dievakuasi, kemudianm mendapat penanganan medis di RSUD Tobelo, serta difasilitasi penginapan dan selanjutnya diantar ke Ternate untuk kembali ke tempat asalnya.
Dari 20 orang pendaki, masi tersisa tiga orang lainnya yang masi dalam pencarian. 2 WNA dan satu WNI, oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas dan BPBD Halut serta TNI Polri. Karena terkendala cuaca serta erupsi yang masi terjadi terus menerus terjadi. Hingga tim beberapa kali ditarik kembali ke tempat yang aman.
“Kondisi saat ini, masih sangat berbahaya. Namun kami tidak berhenti berusaha. Semoga kerja keras ini, segera memberikan hasil terbaik bagi kita semua,” kata Bupati menjelaskan.
Dalam pertemuan itu, diperlihatkan tentang kondisi video terakhir para pendaki sebelum dan setelah erupasi. Video tersebut di dapat dari video drone pendaki yang selamat. Selanjutnya perwakilan Kedubes menanyakan proses penanganan, dan sampai kapan target waktu pencarian korban. Dan dijawab, 7 hari dan akan diperpanjang jika memungkinkan. Selanjutnya selepas makan siang, bersama dua perwakilan Kedutaan Besar Singapura bergerak ke Mamuya di posko utama penangulangan erupsi gunung Dukono. (Humas1)