DISKOMINFOSAN - Sosialisasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dilaksanakan oleh Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan kabupaten Halmahera Utara . Diberi tema "Meningkatkan Literasi Dan Kesejahteraan Masyarakat."
Sosialisasi penting ini berlangsung di hotel Bryken Wosia kecamatan Tobelo Tengah kabupaten Halmahera Utara. Kamis 28 Agustus 2028.Yang dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Halmahera Utara Drs.F.N.Sahetapy,S.IP.,M.H.Kadis Kearsipa dan Perpustakaan Yulius Mairuhu, S.Pd,Kabid Pengembangan,Kasubag,Kasi, staf Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Halut, dan para peserta sosialisasi yang diikuti oleh sejumlah Kepala desa.
Ketua Panitia Penyelenggara Kegiatan Sosialisasi Tranformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Henry Wirano, S.Pd., menyampaikan bahwa salah satu kegiatan yang menjadi urusan pemerintahan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar pada Dinas Perpustakaan dan kearsipan Kabupaten Halmahera Utara tahun anggaran 2025 adalah Kegiatan Pembudayaan Gemar Membaca Tingkat Daerah Kabupaten/Kota dengan salah satu sub kegiatannya adalah Pengembangan Literasi Berbasis Inklusi Sosial.
"Pengembangan literasi berbasis inklusi sosial menjadi suatu keharusan dalam menghadapi dinamika masyarakat yang semakin kompleks dan heterogen. Sebagai bagian dari upaya pengembangan literasi berbasis inklusi sosial adalah dengan melaksanakan sosialisasi atau pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat,"jelas Henry.
Henry mengatakan,perpustakaan berbasis inklusi sosial adalah perpustakaan proaktif yang dapat membantu individu dan masyarakat untuk mengembangkan keterampilan dan kepercayaan diri dan membantu meningkatkan jejaring sosial. Perpustakaan juga mendukung komunitas, orang dewasa dan keluarga untuk belajar di perpustakaan.
Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan suatu pendekatan pelayanan perpustakaan yang berkomitmen meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat pengguna perpustakaan.
Henry menjelaskan,transformasi tersebut dapat diwujudkan dalam 4 peran, yaitu:
1.Perpustakaan sebagai pusat ilmu pengetahuan pusat kegiatan masyarakat,dan pusat kebudayaan.
2.Perpustakaan dirancang lebih berdaya guna bagi masyarakat.
3.Perpustakaan menjadi wadah untuk menemukan.solusi dari permasalahan kehidupan masyarakat.
4.Perpustakaan memfasilitasi masyarakat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.
Henry menuturkan bahwa tujuan pelaksanaan Sub Kegiatan Pengembangan Literasi Berbasis Inklusi Sosial untuk menciptakan masyarakat sejahtera melalui Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dan untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan serta meningkatkan penggunaan layanan oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan masyarakat, membangun komitmen dan dukungan stakeholder untuk Transformasi Perpustakaan yang berkelanjutan.
Sasaran kegiatan ini dilaksanakan lanjut Ketua Panitia Henry yaitu kegiatan difokuskan untuk diikuti oleh perpustakaan desa dan taman baca Masyarakat penerima manfaat program TPBIS.
Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Halmahera Utara Drs.F.N.Sahetapy, S.IP., M.H., menyampaikan perpustakaan merupakan pusat dari kegiatan pemberdayaan masyarakat. Dengan literasi penambahan buku dapat menampung pengetahuan.
Dengan adanya literasi berarti ada pemecahan masalah yang terjadi menyangkut hajat hidup orang banyak. Kegiatan Sosialisasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial akan menambah pengetahuan yang memberikan motivasi kepada masyarakat ,dengan menghadirkan perpustakaan desa.
" Pusat kegiatan masyarakat dengan adanya literasi . Kita dapat mengetahui sejauh mana pengembangan diri kita. Sosialisasi seperti ini merupakan bagian yang sangat penting. Untuk kehidupan kita bersama," ucap Sahetapy.
Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Halmahera Utara mengungkapkan, atas nama Pemerintah Daerah Halmahera Utara mengucapkan terima kasih kepada panitia yang sudah menyiapkan kegiatan ini sehingga bisa dilaksanakan.
" Diharapkan juga kepada para peserta ,semua Kepala Desa maupun peserta lain yang hadir untuk untuk bisa menerapkan di desa masing-masing dalam pengembangan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, "imbuh Sahetapy. ( Humas 2).