Berita dan Informasi


Ass III Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pak Yudhiahart Noya, S.Si,MH, membuka rapat koordinasi Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2023 di ruang meeting wakil bupati (14/12).


Kegiatan yang dilaksanakan oleh Badan Kantor Bahasa Provinsi Maluku Utara, menyampaikan petunjuk-petunjuk teknis dan rencana revitalisasi bahasa daerah tahun 2023, adapun mandat pelindungan bahasa dan sastra di Indonesia, UUD NKRI 1945 pasal 32 ayat 2, bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional.
Peraturan daerah provinsi Maluku Utara. No 9 Thn 2009 pasal 5 ayat (1) Gubernur memiliki wewenang dan tanggung jawab untuk melakukan pemeliharaan bahasa dan sastra daerah. pasal 5 ayat (2) pelaksanaan wewenang dan tanggung jawab sebagaimana di maksud pada ayat (1) di laksanakan oleh Dinas pendidikan dan dinas kebudayaan dan pariwisata.


Situasi kebahasaan di Indonesia, lebih khususnya situs di wilayah timur Indonesia jumlah bahasa daerah yang banyak tapi jumlah penduduk yang mengunakan bahasa daerahnya yang sedikit.


Berdasarkan data hasil pemetaan dan kajian vitalitas Badan pengembangan dan pembinaan bahasa Thn (2019) di Maluku Utara memiliki 19 bahasa daerah diantaranya:
Bahasa Bacan, Bahasa Bayo, Bahasa Buli, Bahasa Galela, Bahasa Gane, Bahasa Gorap, Bahasa Ibu, Bahasa Kadai, bahasa melayu Ternate, bahasa modole, bahasa Patani, bahasa Sahu, bahasa Sawai, bahasa sula, bahasa Taliabu, bahasa Ternate, bahasa Tobelo, bahasa makian dalam (makian timur), dan bahasa makian luar (makian barat).


Dari data ini dapat di simpulkan oleh kantor bahasa provinsi Maluku Utara bahwa bahasa Tobelo sudah hampir punah, karena kebanyakan orang yang mengunakan bahasa Tobelo hanya di daerah Tobelo Selatan, Barat, dan Tobelo Timur.
Dalam rapat koordinasi, kita buat kegiatan pelatihan guru-guru untuk belajar dan di ajarkan di seluruh sekolah yang ada di Tobelo, karena lewat pendidikan itu lebih mudah.


Sedangkan Staf Ahli Bupati Ibu Joice mahura menyatakan, menghidupkan kembali bahasa Tobelo, khususnya semua bahasa yg ada di Maluku Utara, agar generasi penerus dan yang akan datang tahu dan pasif berbicara bahasa daerah.
Selain itu pada program kegiatan 2023 nanti, akan dibuat kerja sama dengan universitas Halmahera, untuk membuat kamus bahasa Tobelo agar kedepannya bisa di lihat/di baca oleh semua orang, ucap kepala dinas pendidikan.


Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Yudhiahart Noya, S.Si. MH mengapresiasi dan berterima kasih kepada Tim badan Kantor Bahasa Provinsi Maluku Utara, serta semua yang hadir.

Bagikan