DISKOMINFO - Bupati Halmahera Utara (Halut), Dr. Piet Hein Babua, M.Si., mengikuti sesi intensif coaching penyusunan Rencana Aksi (Renaksi) Kepala Daerah dalam rangkaian Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan IV Tahun 2026. Kamis 10 September 2026.
Kegiatan kedinasan berskala nasional ini berlangsung di Lemhannas RI dan Hotel St. Regis Jakarta sejak 2 hingga 12 September 2026.Piet Hein Babua menjadi satu dari 29 kepala daerah se-Indonesia yang terpilih untuk mengikuti program penguatan kapasitas manajerial dan kepemimpinan strategis ini.
Output utama dari sesi coaching ini adalah merumuskan Rencana Aksi Kepala Daerah berdurasi tiga tahun ke depan (hingga 2029). Dokumen perencanaan strategis ini difokuskan pada tiga pilar utama pembangunan daerah yang selaras dengan arahan Kementerian Dalam Negeri.
Seperti Inovasi Pelayanan Publik untuk mendorong kemudahan serta efisiensi pelayanan bagi masyarakat Halmahera Utara.Infrastruktur dan Lingkungan Hidup yaitu Peningkatan akses fisik wilayah dengan tetap menjaga kelestarian ekologi dan Smart City merupakan Pemanfaatan integrasi teknologi dalam tata kelola pemerintahan yang adaptif terhadap era disrupsi digital.
Melalui bimbingan para mentor senior Lemhannas RI, draf rencana aksi yang disusun oleh Bupati yang didampingi Kepala Bappeda Halmahera Utara Hernefer F.Tjandua, AP.,M.H, dan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Oscar Bertho Mene, S.STP., M.AP, diharapkan mampu menjawab tantangan riil di lapangan serta mendukung stabilitas ketahanan nasional.
Harapan Besar bagi Kemajuan Halmahera Utara keikutsertaan aktif Bupati Piet Hein Babua dalam kedinasan Lemhannas ini mendapat apresiasi positif dari jajaran Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara.
Wawasan geopolitik global, integritas kepemimpinan, dan strategi pembacaan dinamika wilayah yang didapat dari diklat ini diproyeksikan langsung untuk menyempurnakan arah kebijakan daerah.
Ilmu dan jejaring strategis nasional yang didapatkan selama masa kursus akan diimplementasikan secara konkret.Targetnya adalah optimalisasi seluruh potensi daerah agar arah pembangunan Halmahera Utara berjalan lebih adaptif, responsif, serta berorientasi penuh pada kesejahteraan masyarakat luas.
Seluruh dokumen Rencana Aksi yang telah dipoles lewat sesi coaching ini nantinya akan disempurnakan hingga 100 persen untuk dipresentasikan secara langsung di hadapan panel penguji sebelum program KPPD 2026 resmi ditutup.( Humas 2).