Berita dan Informasi

DISKOMINFO - Kepala Badan Pendapatan Daerah kabupaten Halmahera Utara  Andris Kbarek,SE,MM, memberikan apresiasi yang sangat positif atas Kepemimpinan Piet-Kasman selama tahun pertama pemerintahan ini. 

 

Dalam perbincangan dengan Humas Pemda pada Kamis 19 Maret 2026 , Andris mengungkapkan bahwa sejak dilantik sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah kabupaten Halmahera Utara, pada 07 Agustus 2025, bersama stafnya, selama 3 bulan pertama, pihaknya melakukan penyesuaian administrasi secara internal dan penataan secara kelembagaan yaitu penyesuaian pegawai atau personil di Bapenda. 

 

Selain itu pihaknya juga melakukan pendataan obyek-obyek pajak, verifikasi dan pemutahiran data pada bulan November dan Desember 2025. Kemudian pada akhir Februari 2026, telah dilakukan penetapan wajib pajak. 

 

"Pada tahap penetapan wajib pajak, kami turun langsung di lapangan.Ternyata banyak potensi pajak di Halut yang belum terdata dan belum digali secara optimal.

 

Karena itu usai melakukan penetapan pajak, maka di awal April 2026 ini, kami mulai melakukan penagihan terhadap semua wajib pajak", ujar Andris.

 

Diungkapkan lebih lanjut oleh Andris bahwa saat ini pihaknya telah bekerjasama dengan pihak Bank Maluku-Maluku Utara untuk membuat aplikasi sehingga memudahkan wajib pajak membayar kapan dan dimana saja.

 

Dengan penggunaan aplikasi secara digital, maka semua pihak bisa memantau dan ada transparansi dalam pembayaran pajak. Tapi lebih dari itu, peluang PAD akan lebih lancar dan lebih meningkat.

 

"Selama 1 tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, Piet-Kasman, walaupun di tengah tekanan dan tuntutan pembayaran utang-utang lama, PAD kita tetap bergerak maju dan dalam keadaaan normal.

 

Dan ini yang perlu diapresiasi karena beliau berdua bisa mengatur dan mengorganisir semua ini sehingga berjalan dengan sangat baik.

 

Secara internal, upaya kami di Bapenda untuk optimalisasi PAD, akan terlihat di Triwulan II saat penagihan mulai berjalan. Dan kami sangat optimis PAD kita akan meningkat tajam karena proses verifikasi dan pendataan objek pajak sudah kami buat dengan segala perangkat pendukungnya", ungkap Andris. 

 

Menurutnya walaupun hingga saat ini pihaknya belum bergerak untuk melakukan penagihan-penagihan terhadap objek-objek atau potensi pajak, tapi pemasukan dari sumber-sumber PAD lama tetap masuk. 

 

"Ke depan, dalam proses penagihan pajak, kami menggunakan target penerimaan setahun yaitu 4 tahap terdiri dari triwulan I, targetnya, 15%, triwulan ke II, 30%, triwulan III, 30% dan 25% untuk triwulan ke IV. 

 

Sampai 28 Februari 2026 kemarin kami baru bergerak di 5,8% dari target 15% untuk triwulan pertama. Kenapa demikian, karena pada triwulan pertama ini kami belum melakukan penagihan dan yang ini berasal dari objek pajak yang rutin dibayar oleh wajib pajak, yaitu pajak PBB, pajak air/tanah dan beberapa lagi. 

 

Jika penagihan telah kami jalankan, kami juga akan mempublikasikan pendapatan yang masuk di setiap triwulan, sehingga kita semua bisa mengetahuinya", jelas Andris.

 

Menurut Andris, dalam kepemimpinan Piet-Kasman saat ini sangat luar biasa dalam upaya peningkatan PAD dan ekonomi masyarakat, tinggal difollow up oleh dinas-dinas teknis untuk mensukseskan visi misi Bupati dan Wakil Bupati. 

 

"Kami melihat bahwa selama setahun kepemimpinan Piet-Kasman untuk PAD Halmahera Utara berjalan normal dan seluruh pengelolaan PAD sementara diupayakan secara "by sistem", terintegrasi secara digital dimana pembayaran yang dilakukan secara non tunai untuk mengurangi dan meminimalisir kebocoran yang selama ini disinyalir terjadi", pungkas Andris.(Humas 2) 

Bagikan