Berita dan Informasi

DISKOMINFO - Apresiasi yang sangat positif patut diberikan kepada Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua dan Yayasan My Home Indonesia atas hasil kerjasama yang baik bisa berkolaborasi dan mendatangkan pelatih Sepak Bola dari negeri Samba, Brazil, sebanyak 5 orang untuk melatih para pelatih dan ratusan anak di Halut yang tergabung dalam beberapa Sekolah Sepak Bola di Tobelo. 

 

Kegiatan pelatihan atau Coaching ini secara resmi dibuka oleh Bupati Halut, Piet Hein Babua yang diwakili, oleh Sekretaris Daerah, E.J. Papilaya di lapangan Pemda depan Kantor PUTR, pada Selasa 10 Maret 2026.

 

Hadir juga dalam kegiatan tersebut, 

Staf Ahli Bupati Bidang SDM, Pendidikan, dan Kemasyarakatan, F.N. Sahetapy, Kadis Pemuda dan Olahraga, Rusli Manuel, mewakili Kadis Pendidikan Halut, Kepala Bidang Kebudayaan, Hukum Abdul Gafur, Ketua ASKAB Halut, Rifai Sadoki, Danpos TNI Angkatan Laut Tobelo,Lettu Laut (P) Maryo Latumahina, Dansubdenpom XV/1-1 Tobelo, Letda CPM Irwansyah Kurniawan, Ketua Yayasan My Home Indonesia, Pdt. Allan, Ketua Yayasan My Home Tobelo, Yani Arimbi, serta sejumlah orang tua yang ingin melihat secara langsung, bagaimana anak mereka mendapat pelatihan sepak bola langsung dari pelatih luar negeri. 

 

Ketua My Home Tobelo, Yani Arimbi, dalam sambutannya mengucapkan banyak terimakasih kepada Pemda Halut yang bisa menjadi partner dengan Yayasan My Home Indonesia sehingga dapat berkolaborasi untuk mendatangkan para pelatih sepak Bola dari Brazil.

 

Yani pun berpesan dan memberikan semangat kepada anak-anak untuk terus berlatih keras karena mendatangkan pelatih dari Brazil tidaklah mudah.

 

"Bayangkan, mereka terbang dari Brazil selama 37 jam sampai di Tobelo. Karena itu, kami sangat mengharapkan keseriusan dari anak-anak semua untuk berjuang dan berlatih keras mewujudkan harapan dan cita-cita mereka. Semoga ada anak-anak dari Tobelo bisa jadi pemain profesional", ungkap Yani.

 

Sementara itu, Ketua ASKAB Halut, Abdul Rifai Sadoki, dalam laporannya mengungkapkan bahwa kehadiran 5 pelatih dari Brazil merupakan moment yang sangat luar biasa. 

 

"Kegiatan coaching yang hari ini dilakukan dengan para pelatih dari Brazil, merupakan sebuah moment yang sangat luar biasa. Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh anak-anak dan para pelatih", ungkap Rifai.

 

Lelaki yang murah senyum ini juga menambahkan bahwa di Halut, ada 28 SSB, dan sekitar 42 pelatih yang akan ikut coaching dengan para pelatih dari Brazil. 

 

Selain itu salah satu putra Halut juga akan perkuat Timnas U 17, ada 4 pemain Halut, masuk dalam squad Malut United untuk berlaga di Liga 1 Indonesia. 

 

Karena itu pihaknya akan memberikan tambahan fasilitas latihan berupa bola kaki sebanyak 150 buah untuk semua SSB di Halut.

 

Ketua Yayasan My Home Indonesia Pdt. Allan, yang berkontribusi mendatangkan para pelatih dari Brazil merasa sangat bangga karena untuk kedua kalinya bisa datang di Tobelo.

 

"Kali lalu kami datang hanya bisa membawa 2 pelatih. Tapi sekarang kami datang dengan 5 orang pelatih. Ini tentu menjadi satu hal hal yang membanggakan. Kami berharap kehadiran Pemda akan memberikan support untuk rencana yang lebih besar. Akan ada beberapa anak dari Tobelo yang akan dipilih untuk berangkat ke Brazil dan Macau, berlatih di sana sehingga mereka bisa bermain di tingkat nasional dan internasional.

 

Ini merupakan awal kerjasama yang baik dengan akademi Bola dari Brazil", ungkap Allan. 

 

Sementara itu Coach William, salah satu pelatih dari Brazil, mengungkapkan bahwa ini merupakan moment kedua kali mereka datang di Tobelo.

 

"Tobelo adalah rumah kedua kami. Kami sangat mencintai kota ini dan berharap agar satu saat kelak, kami bisa membawa anak-anak dari Tobelo bertanding di kevel-kevel internasional lewat talenta-takenta yang mereka miliki.", ungkap William.  

 

Sedangkan Sekda Halut, E.J.Papilaya, mengungkapkan dalam sambutannya bahwa pihak Pemda akan bekerjasama dengan negara Brazil sehingga memudahkan para pelatih Brazil bisa datang dan memberi pelatihan bagi anak-anak di Halut dengan baik. 

 

"Tobelo dan Brazil akan menjadi saudara kembar. Karena itu anak-anak harus belajar dan berlatih lebih giat lagi dibawah pelatihan para Coach dari Brazil sehingga kelak bisa ikut berlatih di Brazil dan Macau dan bisa bermain di mana saja pada level-level yang lebih tinggi", pungkas Sekda.( Humas 2).

Bagikan