DISKOMINFO - Pemerintah Daerah kabupaten Halmahera Utara terus memberikan perhatian dan kepedulian kepada masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor yang berada di kabupaten Halmahera Utara. Meskipun status Tanggap Darurat Bencana telah dicabut dari tanggal 21 Januari 2026.
Bertempat di gudang Bulog Gamsungi Tobelo, Rabu 4 Februari 2026, mewakili Bupati Halmahera Utara Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum Setda Halut, Valentino Leiwakabesy secara resmi melepaskan bantuan pangan berupa beras untuk didistribusikan ke kecamatan Loloda Utara melalui transportasi darat.
Dalam sambutannya, Valentino Leiwakabesy menyampaikan bahwa Pemda Halmahera Utara memberikan apresiasi kepada Badan Pangan Nasional, Bulog maupun Dinas Ketahanan Pangan Halut yang sudah mempersiapkan pasokan beras bagi masyarakat terdampak bencana di kecamatan Loloda Utara.
" Terobosan yang luar biasa yang di lakukan oleh Bupati Halmahera Utara yang telah menyurat kepada Badan Pangan Nasional sehingga ketersediaan beras yang kita lihat saat ini bisa untuk dibawa dan disalurkan kepada masyarakat terdampak di Loloda Utara. Kita patut mengucapkan Terima kasih untuk pemimpin negeri ini yaitu Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua," ucap Valentino.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Nasional Halmahera Utara Aditama Abas mengatakan bahwa setelah Halmahera Utara di beberapa kecamatan mengalami musibah bencana, Badan Pangan Nasional punya atensi kuat terkait bagimana bisa interferensi daerah yang rawan pangan dan rawan bencana.
" Badan Pangan Nasional menindaklanjuti surat dari Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua dengan mengakomodir beras di tahap pertama sebanyak 15 ton, tahap kedua 16,5 ton.Total keseluruhan beras yang diakomodir adalah 31,5 ton yang tersalur di kabupaten Halmahera Utara, " jelas Aditama.
Kadis Aditama menjelaskan bahwa pada prinsipnya melalui Badan Pangan Nasional, sistem untuk penyaluran melalui cadangan pangan Pemerintah Daerah disiapkan oleh Bulog. Jika ada daerah yang mengalami bencana, maka harus diintervensi untuk ditindaklanjuti agar dapat memberikan bantuan pangan kepada daerah-daerah yang terdampak bencana.
" Selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan, kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Halmahera Utara yang telah menyurat kepada Badan Pangan Nasional dan telah diakomodir bantuan terkait dengan adanya dua surat tersebut,"ungkapnya.
Sementara itu Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Utara Hentje M.L.Hetharia menyampaikan bahan pangan berupa beras yang disalurkan untuk daerah yang teridentifikasi rawan pangan yang berada di kecamatan Loloda Utara sebanyak 12 desa mulai dari desa Pocao sampai Apulea.
" Bupati Halmahera Utara berinisiatif untuk berikan bantuan kepada mereka dengan jumlah satu keluarga 10 Kg, yang disalurkan ini sebanyak 11 desa dengan jumlah KK sekitar 1.700 lebih. Beras yang dibutuhkan sebanyak 17 ton,yang semula 19 ton tapi 2 ton telah disalurkan di desa Doitia pada saat pencabutan status tanggap darurat bencana. Beras telah disediakan oleh Badan Ketahanan Nasional, Dinas Ketahanan Pangan, yang bekerja sama dengan Bulog di Tobelo, "jelas Kalak Hentje.
Untuk teknis penyalurannya kata Hentje, 11 desa yang ada dibagi dua, tahap pertama pada hari Kamis 5 Februari 2026 meliputi lima desa yaitu desa Pacao, Kapa Kapa, Gisik, Galao dan Kailupa.Pada hari Sabtu 7 Februari 2026 disalurkan di tiga desa yaitu Momojiu, Asmiro, dan Apulea.Pada hari Senin 9 Februari 2026 beras akan disalurkan di desa Dorume, Ngajam,dan Wori Moi dengan jumlah bantuan yang sama.
" Selain bantuan beras,masih ada bahan -bahan logistik di BPBD yang ikut disalurkan di kecamatan Loloda Utara yang merupakan daerah rawan pangan dari daerah lain yang mengalami bencana, "ucap Kalak BPBD.
Bupati Halmahera Utara melalui Kalak BPBD Halut menyampaikan harapan semoga bantuan pangan dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.Pemda Halmahera Utara akan selalu memberikan perhatian penuh untuk masyarakat terdampak bencana. ( Humas 2).