Berita dan Informasi

 

DISKOMINFO. kegiatan Advokasi Program Bangga Kencana bersama stakeholder dan mitra kerja serta Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Tahun 2025 sebagai upaya memperkuat komitmen percepatan penurunan stunting di daerah. Kegiatan ini dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan, S.N. Sahetapy, S.IP., M.H., dan dihadiri oleh Dandim 1508/Tobelo, pimpinan OPD terkait, Kepala Dinas P3A dan KB, Direktur RSUD Halut, Kepala BNN, Kepala Kementerian Agama, Ketua IBI, para camat, kepala desa, kepala puskesmas, serta narasumber dari Wahana Visi Indonesia, di antaranya Rani Monica Purba selaku Manager Program dan Tim Ahli Audit Kasus Stunting dan dua narasumber lainnya.

 

Dalam sambutannya, Asisten I menegaskan bahwa kegiatan advokasi dan rembuk stunting merupakan pondasi utama dalam mewujudkan keluarga Halut yang berkualitas, sejahtera, dan berdaya saing. Ia menjelaskan bahwa stunting bukan sekadar permasalahan gizi buruk, tetapi menyangkut masa depan generasi Halmahera Utara. Karena itu, seluruh stakeholder diharapkan memperkuat kolaborasi mulai dari tingkat kabupaten hingga kecamatan dan desa. Sahetapy menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan setiap anak di Halut lahir dan tumbuh dalam kondisi sehat, cerdas, serta mendapatkan intervensi yang tepat sasaran. “Upaya kita tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Melalui kegiatan ini, mari kita berkomitmen menurunkan stunting dan mewujudkan Halut Setara,” ujarnya.

 

Sementara itu, dalam laporan kegiatan, Odaliedang Kawenggo, S.IP., menyampaikan bahwa kegiatan tahun ini merupakan tindak lanjut dari program tahun 2024 yang pelaksanaannya baru dapat direalisasikan pada 2025. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, prevalensi stunting nasional berada pada angka 24,4 persen, sementara Perpres Nomor 71 Tahun 2021 menargetkan penurunan menjadi 14 persen di tahun 2024. Halmahera Utara termasuk dalam 10 kabupaten/kota lokus prioritas nasional dan menjadi salah satu dari tiga kabupaten dengan penurunan stunting konsisten bersama Halmahera Selatan dan Halmahera Timur. Target Halut pada tahun 2025 adalah 18 persen, dan saat ini pemerintah masih menunggu hasil SSGI terbaru.

 

Eda juga menyampaikan apresiasi kepada TNI melalui Kodim 1508/Tobelo yang telah berperan sebagai Bapak Asuh Stunting, khususnya pada program pemberian nutrisi tambahan bagi anak stunting yang memberikan dampak positif terhadap penurunan angka kasus di Halut. Ia turut memberikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah memperkuat komitmen dan integrasi program dalam upaya menciptakan keluarga berkualitas serta pengendalian laju pertumbuhan penduduk.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum penting bagi seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat langkah kolaboratif dan memastikan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Halmahera Utara pada tahun 2025. (Humas3)

Bagikan