DISKOMINFOSAN. Dalam rangka memperingati Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, Yayasan Hohidiai Maluku Utara melalui Program Inisiatif Lawan Kekerasan Berbasis Gender (ILKBG) menggelar kegiatan Jalan Sehat dengan mengusung tema “16 Hari Aktif Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak”. Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan melibatkan berbagai unsur pemerintah, lembaga, serta masyarakat umum dilapangan Do’omo matau, halut, (28/11).
Kegiatan dibuka resmi oleh Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Kasman Hi. Ahmad, S.Ag., M.Pd., yang sekaligus melepas peserta jalan sehat. Turut hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Daerah Halut E.J. Papilaya, MTP, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum valentino Leiwakabessy, Ketua DPRD Halut Christina Lessnussa, unsur Forkopimda Halut, serta para mitra pendukung.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas lembaga, di antaranya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Klinik Hohidiai Maluku Utara, Australian Government, Halut Inisiatif Lawan Kekerasan Berbasis Gender, Universitas Hein Namotemo, Australia Indonesia Institute, Wasana Bahagia Kementerian Sosial RI, BNN, dan Polres Halut.
Dalam laporan panitia dijelaskan bahwa kampanye ini merupakan bagian dari gerakan internasional untuk mengakhiri kekerasan berbasis gender, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat serta mendorong keterlibatan aktif berbagai pihak dalam perlindungan perempuan dan anak. Tema tahun ini menyoroti isu “Bersatu untuk Mengakhiri Kekerasan Digital terhadap Semua Perempuan dan Anak”.
Adapun tujuan kegiatan meliputi: Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang berbagai bentuk kekerasan berbasis gender, Mengajak masyarakat berpartisipasi dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, Membangun sinergi antara Yayasan Hohidiai, Pemerintah Daerah, dan lembaga terkait dalam menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif dan Menguatkan pesan kampanye 16 Hari Anti Kekerasan melalui kegiatan publik yang edukatif dan meriah.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Halut menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam menolak segala bentuk kekerasan. “Hari ini adalah momentum bagi kita semua untuk menyuarakan penolakan terhadap kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kita semua berkehendak untuk hidup bahagia dan nyaman. Mari tanamkan rasa kemanusiaan dan kasih sayang, sehingga kekerasan fisik maupun psikis dapat kita tolak bersama, karena nurani kita tak pernah menerima tindakan tersebut,” ujarnya.
Kegiatan jalan sehat ini tidak hanya menjadi ajang kampanye, tetapi juga simbol semangat bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan bebas dari kekerasan bagi perempuan dan anak di Halmahera Utara. (Humas3)