Berita dan Informasi

DISKOMINFOSAN - Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP-RI), K.H. Yudian Wahyudi bersama sejumlah staf melakukan kunjungan kerja di kabupaten Halmahera Utara pada Jumat 29 Agustus 2025 dan diterima oleh Sekretaris Daerah, Drs. E.J . Papilaya bersama unsur Forkopimda lainnya di lobby kantor Bupati. 

 

Hadir juga dalam kegiatan kunjungan kerja tersebut, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Maluku Utara, Asrul Gailea, Deputi 1 BPIP Drs. Ir. Prakoso, M.M. dan sejumlah staf BPIP, Dandim 1508/Tobelo Letkol Inf. Alex Donald M.L.Gaol,S,E,..M.M, Kapolres Halut AKBP. Erlichson Pasaribu, SH,S.I.K., Kajari Halut Bambang Sunoto,S.H.MH, Kepala Pengadilan Negeri Tobelo,R .Muhammad Syakrani, S.H.M.H, Wakil Ketua I DPRD Halut Inggrid Paparang, para pimpin OPD Kab.Halut, para Purna Paskibraka 2025 serta tamu undangan lainnya. 

 

Sekda Halut, E.J. Papilaya, dalam sambutannya mengungkapkan rasa kebanggaan atas kedatangan Kepala BPIP RI bersama sejumlah stafnya di Halut yang memberikan aura tersendiri. 

 

"Kami di Halmahera Utara punya filosofi yakni Hibualamo yang artinya rumah kita bersama. Tidak ada perbedaan di antara kita yang ada di daerah ini, karena nilai Hibualamo itu sendiri terkandung di dalamnya kasih sayang, cinta kasih yang merupakan bagian dari nilai Pancasila secara universal", ujar Sekda. 

 

Sementara itu Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila RI Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D., dalam sambutannya memaparkan tentang sejarah Salam Pancasila yang diperkenalkan oleh Presiden Soekarno yang memiliki arti mengamankan nilai nilai Pancasila sebagai tanggung jawab bersama sebagai anak bangsa negara Indonesia, dan BPIP adalah salah satunya lembaga yang menggunakan salam Pancasila tersebut.

 

"Dalam buku yang saya tulis sendiri dengan judul "Mengapa Kemerdekaan Indonesia Terbaik dan Terhebat di muka bumi". Karena kemerdekaan dikumandangkan di tengah- Perang Dunia Kedua. Di sisi lain bangsa kita sedang terjajah dan kita masih kalah dengan teknologi militer Belanda.

 

Ditengah kesulitan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia itulah Ir Soekarno, Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan yang berjalan selama 50 detik dan berhasil kembali diambil oleh bangsa Indonesia dan salah satu faktor utama kemerdekaan karena kita bangsa Indonesia bersatu", ungkap Yudian. 

 

Lebih lanjut dipaparkan bahwa ada 4 mukjizat kemerdekaan politik Indonesia yang merupakan kalimat pendek yang perlu dikumandangkan adalah Sumpah Pemuda, Lagu Indonesia Raya, Pancasila ideologi Pemersatu bangsa menjadi sumber dari segala sumber hukuman di Indonesia dan Proklamasi. 

 

"Kedepannya dalam program dari BPIP itu sendiri dalam pelaksanaan buku teks utama Pendidikan Pancasila untuk anak sekolah karena Pancasila sudah kembali untuk menjadi mata pelajaran di sekolah, yang dimulai dari sosialisasi kepada guru guru pendidikan Pancasila untuk diterapkan. Mudah - mudahan tahun ini dapat dilaksanakan di provinsi Maluku Utara. BPIP juga menyelenggarakan program Maheswara karena ke depan pengajaran Pancasila akan melibatkan semua pihak, yang terbuka secara umum", tutup Yudian. ( Humas 2).

Bagikan