DISKOMINFOSAN - Peringatan Hari Mangrove Sedunia 2025, Bupati Halmahera Utara (Halut) Piet Hein Babua bersama Ketua DPRD Christina Lesnussa didampingi Kadis DLH Yudhihart Noya, melakukan penanaman mangrove, pelepasan anak burung Mamoa dan membenamkan telur mamoa dalam pasir untuk menjaga habitat tetap hidup, Kamis (31/07/2025).
Hadir juga dalam kegiatan tersebut diantaranya Bupati Halut Piet Hein Babua, Ketua DPRD Halut Christina Lesnussa, Kadis DLH Yudhihart Noya, Kasatpol PP Muhammad Kacoa, mewakili Dandim 1508 Tobelo Danramil Galela Lettu Suharno , mewakili Kapolres Halut Kapolsek Galela Maks Manolang,mewakili PT NHM Dody Parudu dan Christian Muloko, mewakili PN Negeri Tobelo, mewakili Kajari Halut, Kades Mamuya Budiman Djoma, dan tamu undangan lainnya.
Dalam laporannya kepala DLH Halmahera Utara Yudhihart Noya menyampaikan bahwa ada beberapa beberapa rangkaian dalam kegiatan Peringatan Hari Mangrove Sedunia di tahun 2025 yang dilaksanakan di Pantai Desa Mamuya Kecamatan Galela ini, diantaranya Penanaman Mangrove sebanyak 100 pohon, pelepasan 2 ekor anak burung Mamoa dan membenamkan telur mamoa, serta penyerahan 100 pohon bibit untuk rehabilitasi 10 hektar hutan.
"Acara ini terselenggara atas kolaborasi dengan Kementerian Kehutanan RI, Forum DAS Dukono Halut, Universitas Halmahera Prodi Kehutanan, PT PLN (Persero), PT PLN Peduli, PT Adhi Karya, serta Kelompok kerja Mangrove Maluku Utara," jelasnya.
Sementara dalam sambutannya Bupati Piet Hein Babua menyampaikan bahwa kegiatan penanaman mangrove di area lokasi pembangunan PLTMG dan melepaskan anak burung Mamoa ini merupakan kewajiban setiap orang termasuk pihak PLTMG untuk melestarikan lingkungan yang ada disekitarnya.
"Jadi lokasi rehabilitas burung Mamoa yang ada disekitar pantai ini, tidak boleh di ganggu atau dirusak," tegas Bupati.
Bupati juga mengatakan bahwa pohon atau hutan Mangrove adalah sebuah ekosistem alam yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Karena memiliki fungsi yang sangat baik.
"Salah satu fungsinya adalah menjaga kestabilan tanah disekitar dari bencana alam yang mungkin bisa terjadi, melindungi pantai dari erosi, menjaga habitat biota laut dan darat, penyerap gas karbon dioksida dan lain lagi," jelas Bupati.
Sehingga, dari fungsi yang ada kita memiliki kewajiban untuk menjaga dan melestarikan untuk keberlangsungan dan keseimbangan kehidupan antara alam dan manusia.
Bupati juga mengatakan bahwa dilingkungan sekitar PLTMG, selain hutan mangrove, juga terdapat habitat burung Mamoa. Burung ini merupakan ciri khas daerah Halmahera Utara yang harus selalu kita jaga agar tidak punah.
"Karena, jenis burung Mamoa ini adalah jenis burung yang hanya ada di Halmahera Utara. Untuk itu, kita memiliki kewajiban untuk selalu menjaga habitatnya untuk tidak punah," harap Bupati. ( Humas 2)