Diskominfosan. Untuk mempercepat pengembangan dan pemasaran produk unggulan daerah, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara menggelar Rapat Teknis Percepatan Produk Unggulan Daerah tahun 2025 yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting pada pukul 14.00 WIT, bertempat di Ruang Meeting VIP Bupati, Lantai Dua, (28/7).
Rapat dipimpin oleh Bupati Halmahera Utara, Dr Piet Hein Babua, M.Si dan dihadiri oleh sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah terkait, yang difasilitasi oleh Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian.
Rapat ini bertujuan untuk merumuskan strategi percepatan ekspor produk-produk unggulan daerah yang memiliki potensi pasar nasional maupun internasional. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor perdagangan dan industri berbasis potensi daerah.
Dalam rapat tersebut, Bupati Piet Hein Babua memaparkan hasil koordinasi sebelumnya yang dilakukan di Surabaya bersama pihak-pihak terkait, termasuk PT. Nico, Bea Cukai, dan Karantina. Pada pertemuan tersebut, telah disepakati bahwa produk dari Tobelo akan dikirim terlebih dahulu menggunakan kontainer biasa ke Surabaya, kemudian dipindahkan ke kontainer ekspor untuk pengiriman selanjutnya.
Namun, dalam pengembangan diskusi lebih lanjut, Bupati menyampaikan hasil percakapan bersama Steven, Direktur Operasional PT. Tanto, yang memberikan solusi lebih efisien. PT. Tanto menyatakan kesediaannya untuk menyediakan langsung kontainer ekspor dari Tobelo, sehingga tidak perlu lagi dilakukan bongkar-muat di Surabaya.
“Jika PT. Nico menyetujui, maka pengiriman kontainer dari Surabaya ke Tobelo akan dilakukan tanpa biaya. Setelah dilakukan stuffing atau pemuatan di Tobelo, baru akan ada kesepakatan antara PT. Nico dan PT. Tanto terkait proses selanjutnya,” jelas Bupati.
Menurutnya, skema baru ini akan memangkas rantai distribusi yang berisiko merusak produk, sekaligus menghemat waktu dan biaya logistik. Ia menilai tawaran PT. Tanto merupakan langkah positif yang patut disambut dengan baik demi mendukung percepatan ekspor dari Halmahera Utara.
“Langkah ini bukan hanya memudahkan pelaku usaha lokal, tapi juga menjadi upaya strategis memperkuat posisi Halmahera Utara sebagai daerah penghasil produk ekspor unggulan seperti hasil pertanian, perikanan, dan lain-lain,” ujarnya.
Melalui rapat ini, Pemerintah Daerah berharap dapat mendapat solusi konkret dan kolaboratif antar pemangku kepentingan untuk mendorong peningkatan volume ekspor, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah berbasis potensi lokal. (humas 3)