Berita dan Informasi

DISKOMINFOSAN - Acara "Ceng Beng" dilaksanakan oleh Perkumpulan Bakti Mulia Halut di area Pekuburan Cina, alamat Desa Gosoma Tobelo, Sabtu, (05/04/2025), dihadiri oleh Bupati Halut, Piet Hein Babua, Sekda Halut E. J. Papilaya dan Ibu, Ketua Komisi III DPRD Halut Janlis G. Kitong, para penasehat perkumpulan, pengurus dan anggota lainnya. 

 

Acara yang ini digelar dengan tujuan untuk menghormati leluhur, berkumpul bersama keluarga, dan mempererat hubungan silaturahmi. 

 

Bupati Halut, Piet Hein Babua, dalam sambutannya di hadapan para anggota perkumpulan memaparkan bahwa ini adalah pertemuan perdana dirinya dengan anggota perkumpulan dan itu berarti anggota perkumpulan yang semuanya dari etnis Tionghoa siap untuk mendukungnya sebagai Bupati yang baru. 

 

"Ini pertemuan perdana saya bersama bapak ibu, saudara saudari Itu berarti saya percaya bahwa di perkumpulan ini akan mendukung saya selaku Bupati yang baru dalam memimpin daerah ini lima tahun ke depan", ucap Bupati.

 

Lebih lanjut dikatakan Bupati bahwa sejarah perkembangan daerah Halut sejak tempo dulu tidak bisa dilepas dari peran dan andil dari sebagian besar anggota perkumpulan ini yang telah mengangkat dan menggerakkan roda perekonomian dan perkembangan daerah ini.

 

Bupati mengatakan,kita semua tidak bisa menyangkal bahwa yang berperan besar, mengangkat dan membangun ekonomi daerah ini adalah bapak ibu,saudara saudari dari etnis Tionghoa. Pertumbuhan ekonomi Halut dari sejak dulu hingga sekarang, bapak ibu sangat berperan aktif. Fakta sejarah ini tidak bisa dihapus. Kehadiran bapak ibu basudara sudah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi Halut. 

 

"Karena itu ke depan sudah tidak boleh ada dikotomi lagi soal pemahaman-pemahaman seperti ini. Kita semua adalah warga Halut. Semua harus berjalan bersama untuk membangun Halut", ungkap Bupati.

 

Di akhir sambutannya, Bupati Piet Hein Babua memberikan apresiasi yang sangat positif dan berterimakasih untuk pengurus perkumpulan ini yang telah mengundangnya karena acara Ceng Beng ini juga memiliki makna sosial dimana ada nilai kebersamaan, persaudaraan dan kerukunan sehingga sangat diharapkan kebersamaan ini tetap bisa dipertahankan untuk bersama-sama berjalan, bergandengan tangan membangun Halut ke depan yang lebih baik.

 

Sementara itu, Sekretaris Perkumpulan Bakti Mulia, Jemy Wongkar, di sela-sela acara tersebut menjelaskan bahwa acara Ceng Beng adalah upacara ziarah kubur dan sembahyang yang dilakukan oleh masyarakat Tionghoa dan penganut agama Konghucu. Ceng Beng juga dikenal sebagai Festival Qingming, dimana tujuannya untuk menghormati leluhur, berkumpul bersama keluarga dan mempererat hubungan silaturahmi. 

 

Cara melaksanakan Ceng Beng yaitu menyapu makam leluhur dan kerabat, memberikan persembahan kurban, membawa alat pembersih seperti sapu, membawa kertas perak sebagai tanda makam sudah dibersihkan. 

 

Perhitungan tanggal kegiatan Ceng Beng, menurut Jemy, berdasarkan kalender lunar, dimana biasanya jatuh pada hari ke 15 setelah ekuinoks musim semi dan umumnya dirayakan pada tanggal kabisat4 April atau 5 April pada tahun kabisat. (humas2)

Bagikan