Berita dan Informasi

Diskominfosan - Wakil Bupati Halmahera Utara, Muchlis TapiTapi, S. Ag menghadiri sekaligus membuka kegiatan Workshop Evaluasi Data hasil pengolahan Sensus pertanian tahun 2023 oleh Badan Pusat Statistik, (BPS) provinsi Maluku Utara, dan akan berlangsung selama dua hari, Selasa (14/11/2023) dan Rabu (15/11/2023) di Marahai Park Hotel.

 

Kegiatan ini di ikuti oleh BPS dan perwakilan dinas Pertanian se provinsi Maluku Utara, dan di hadiri oleh kepala BPS Provinsi Maluku Utara, Aidin Atta dan Kepala BPS kabupaten Halmahera Utara,. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan launching aplikasi  Pembangunan Administrasi Kependudukan Desa (Papeda),  oleh BPS Halut. 

 

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 16 tahun 1997 tentang Statistik. Maka oleh BPS penting untuk melakukan Sensus pertanian yang meliputi 7 subsektor yaitu tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, kehutanan dan jasa pertanian. 

 

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Halmahera Utara, Muchlis TapiTapi dalam sambutannya menyampaikan, salah satu keluaran dari kegiatan sensus pertanian tahun 2023 yaitu penyajian data profil pertanian yang memuat gambaran sosial ekonomi, pelaku usaha pertanian berdasarkan jenis komoditas, geospasial statistik pertanian dan suatu potensi pertanian disuatu wilayah dalam setiap tahunnya.

 

Ditambahkannya, sensus Pertanian yang dilaksanakan merupakan strategis bagi petugas sensus dalam memotret keadaan lapangan terkini terkait dengan perkembangan yang terjadi dilapangan dan sekaligus kesejaheraan bagi petani dan pembudidaya. 

 

"Tentunya kami berharap agar semua elemen dapat memberikan kemudahan bagi petugas sensus untuk mendata maupun memferivikasi agar bisa melihat secara real kondisi keadaan pertanian saat ini, sehingga dengan hasil yang ada dapat diterjemahkan dalam sebuah kebijakan serta akselerasi dan strategi ke depan," tuturnya

 

Lanjut dikatakannya, dengan data maka dapat mewujudkan kedaulatan pangan yang juga akan meningkatkan kesejahteraan Petani. Di lain sisi harus meningkatkan program ramah lingkungan yang berkelanjutan dengan tujuan untuk mengembalikan unsur tanah yang kurang subur akibat pupuk kimia yang berdampak pada penyerapan air yang bagus dan produkifitas pertanian yang meningkat.

 

Selebihnya Wakil Bupati mengatakan, tahun 2023 ini merupakan tahun ke tujuh dilakukannya sensus pertanian yang bertujuan untuk menyediakan kerangka sampel untuk suvey pertanian yang berkelanjutan. 

 

"Mari bersama sukseskan sensus pertanian tahun 2023 untuk kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani,"pungkasnya (Tblve) 

Bagikan