Berita dan Informasi

 

Perayaan Tahun baru Imlek 2574 yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Bakti Mulia Halmahera Utara, dengan tema "Year of the rabbit (Tahun Kelinci)" yang dipusatkan di jalan kemakmuran desa Gamsungi Tobelo (22/1).

Ketua perkumpulan Bakti Mulia Halmahera Utara menyatakan, Kegiatan perayaan tahun baru Imlek saat ini merupakan kebahagiaan buat kita semua keturunan Tionghoa di wilayah Kabupaten Halmahera Utara, karena beberapa tahun lalu tidak kami laksanakan kerena adanya pandemi Covid -19. Dan tahun ini, masa kepemimpinan saya akan berakhir.

Untuk itu, bulan Februari nanti, kami perkumpulan Bakti Mulia Halmahera Utara akan melaksanakan rapat umum untuk memilih ketua yang baru.

Sedangkan Bupati Ir Frans Manery, dalam sambutannya menggungkapkan, “Di era kepemimpinan saya sebagai Bupati Halut, menganjurkan kepada warga keturunan Tionghoa, agar di buat Klenteng, akan tetapi penyampaian dari beberapa keturunan Tionghoa yang ada di Kota Tobelo menyampaikan '' Kami sudah mempunyai agama ", menurut saya bahwa Klenteng itu merupakan sebuah simbol keberadaban yang sudah ada sejak dahulu,maka tidak salahnya kita mendirikan Klenteng di daerah ini.
Saya yakin wilayah Halmahera Utara tidak ada perbedaan etnis karena kita semua bersaudara, sisa masa kepemimpinan saya yang tersisa -+ 1 ( satu ) tahun sebagai Bupati Halmahera Utara, saya menghimbau kepada pengurus Bakti Mulia Halmahera Utara yang ingin membangun simbol-simbol Peradaban China di Wilayah Kabupaten Halmahera Utara mari kita bicarakan, karena saat ini juga sudah ada 2 kontraktor besar yang ingin membantu.

Saya mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Utara mengucapkan Gong Ci Fa Cai kepada seluruh keturunan Tionghoa di wilayah Halmahera Utara.

Hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Halut Janlis Gehenua Kitong , Sekda Halut Drs E J Papilaya, Dandim 1508/Tobelo Letkol Inf Davit Sutrisno Sirait beserta Ibu Ketua Paguyuban Tionghoa Bpk.Hendra.Wansuman. Ketua Sinode Gmih lama Pdt Dr.Demianus Ice. Serta Pengurus Paguyuban Tionghoa beserta para Warga Keturunan Tionghoa dan para tamu undangan yang berjumlah ± 500 orang.

Dalam rangkaian peringatan Imlek, dimeriahkan dengan Persembahan Musik Yangere dari Jemat Betlehem Wosia., tarian dari Ibu -ibu dan Anak-anak Paguyuban Tionghoa, Ramah tamah dan di tutup dengan pembakaran kembang api serta rongeng bersama.

Bagikan