Berita dan Informasi

DISKOMINFO- Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Halut), menggelar rapat koordinasi (Rakor) terkait persiapan masuknya Kapal Pelni KM Tatamailau di pelabuhan Tobelo Halmahera Utara pada 27 April 2026, pekan depan. Rapat tersebut dilaksanakan di Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) kelas I Tobelo, Senin 20 April 2026.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua, Wakil Bupati Halut Kasman Hi. Ahmad, Kapolres Halut AKBP Elrikson Pasaribu, Kajari Halut Bambang Sunoto, Ketua pengadilan Negeri Tobelo, R.Muhammad Syakrani, Kepala UPP Tobelo Saharuddin, Danton 2 Kompi Senapan C Yonif 732/Banau Lettu Inf.Dismas, Dansubdenpom XV/1-1 Tobelo Letda Cpm Irwansyah Kurniawan, mewakili Danpos TNI AL Tobelo Sertu George,Pimpinan OPD serta tamu undangan lain.

 

Kepala Kantor KPLP Tobelo Saharuddin mengatakan, sebagai pengelola pelabuhan komersial, kami bertanggung jawab dalam menjamin keselamatan, keamanan, serta kelancaran arus logistik di Tobelo.

 

 Upaya Bupati dalam menghadirkan kapal di Kabupaten Halmahera Utara merupakan langkah luar biasa yang menjawab kebutuhan masyarakat. Selama ini, kapal dengan standar keselamatan yang memadai belum beroperasi di Pelabuhan Tobelo. Dengan hadirnya kapal Pelni, diharapkan standar keselamatan dan kenyamanan dapat terpenuhi.

 

"Fasilitas dasar pelayanan kapal Pelni sebagian besar telah siap, meskipun beberapa fasilitas seperti tangga dan toilet masih memerlukan dukungan tambahan. Untuk sementara, pelayanan dilakukan di dermaga kontainer karena belum tersedia dermaga khusus kapal penumpang," ungkapnya.

 

Saharuddin mengatakan, Sistem pelayanan penumpang akan menggunakan terminal dengan tiket berbasis online, didukung petugas Pelni yang standby di lokasi. Rute kapal saat ini meliputi Tobelo –Tidore–Bitung, dengan jalur dari Sorong, dan ke depan akan diusulkan kembali sesuai kebutuhan.

 

Sementara, Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua menyampaikan bahwa menindaklanjuti koordinasi Pemerintah Daerah sejak tahun 2024, Kementerian Perhubungan telah menyetujui adanya kapal Pelni yang akan masuk ke Tobelo.

 

"Pada awalnya kami mengusulkan Kapal Ngapulu, namun berdasarkan informasi terakhir akan menggunakan Kapal Tatamailau. Hal ini merupakan kebijakan pemerintah, dan untuk tahap awal akan dijalankan sambil mengajukan permohonan selama tiga bulan," jelasnya Bupati.

 

Menurut Bupati, dalam pelaksanaannya, Pemerintah Daerah telah mempersiapkan berbagai hal, mengingat kapal dijadwalkan bersandar di Pelabuhan Tobelo pada tanggal 27. Kesiapan tersebut meliputi tangga, fasilitas terminal, air bersih, pengelolaan sampah, pengaturan penumpang oleh dinas terkait, serta pengamanan oleh aparat keamanan.

 

Pada Prinsipnya, sambungnya Karena ini merupakan permintaan Pemerintah Daerah, maka seluruh komponen dan stakeholder, termasuk masyarakat, harus berperan aktif melalui edukasi sebagai bagian dari terobosan dalam membangun interaksi transportasi di Kabupaten Halmahera Utara.

 

"Dalam masa pemerintahan kami, sektor transportasi terus ditingkatkan, baik darat maupun laut. Untuk transportasi udara, sementara dihentikan karena adanya ketidaksesuaian harga tiket di lapangan, sambil menunggu alternatif dan dukungan agar dapat berjalan dengan baik," pungkasnya.

 

Bupati juga menekankan, Instansi vertikal memiliki peran penting, tidak hanya dalam arus penumpang tetapi juga arus barang yang memerlukan legalitas sebelum didistribusikan.(Humas 2).

Bagikan