DISKOMINFOSAN. 14 hari menjalankan misi kemanusiaan, untuk membantu masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor di desa Doitia kecamatan Loloda Utara, Tim Gabugan kembali ke Tobelo. Tim Gabungan yang terdiri dari unsur TNI/Polri, Taruna Siaga Bencana(Tagana), Satpol PP, BPBD, PMI, TIM SAR dan Tim Kesehatan disambut oleh Bupati Piet Hein Babua, di pelabuhan Tobelo (23/1).
Dalam sambutannya Bupati menyatakan rasa syukur dan memberikan apresiasi atas dedikasi serta tanggung jawab seluruh anggota Tim Gabugan selama menjalankan tugas kemanusiaan. “Bersyukur pada Tuhan, atas penyertaan selama 14 hari saudara-saudara melaksanakan tugas kemanusiaan dan hari ini dapat kembali ke Tobelo dalam keadaan sehat. Atas nama Pemerintah Daerah, kami memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas partisipasi dan perjuangan Tim Gabungan untuk membantu masyarakat di Desa Doitia yang tertimpa bencana, dan kalian berhasil melaksanakan tugas tersebut” kata Bupati.
Tak lupa juga Bupati mengucapkan salam untuk keluarga masing-masing yang sudah mengorbankan waktu bersama, karena saudara melakukan tugas kemanusian ini. Pengorbanan akan mendapat balasan dari Tuhan. Semoga semangat dan pengabdian seperti ini, dapat dilakukan untuk menjalankan tugas-tugas kita kedepan. Kebersamaan kita seperti ini, dapat terus dilakukan untuk membangun Halmahera Utara lebih baik. Setelah penerimaan Tim Gabungan, di pelabuhan Tobelo, kemudiandilanjutkan ke kantor BPBD.
Dalam laporan kepala BPBD Heintje Hetharia mengungkapkan, “Kegiatan Satuan Tugas Tim Gabungan Penanganan Bencana Banjir di desa Doitia dari 10 – 23 Januari 2025. Dengan rincian Tugas yang dilakukan yaitu pembersihan rumah dari Lumpur, Pasir dan Batu sebanyak 68 rumah, berhasil dibersikan. Saluran drainase yang tertutup Lumpur, Pasir Batu dibersihkan hampir 500 meter, dua kali dikerjakan karena banjir kembali. Pembangunan tanggul sementara dengan isian pasir dalam karung, sepanjang 250 meter. Dibuat dua lapis, dari cabang aliran sungai dan tanggul kedua di dekat rumah warga,” kata Hetharia.
Lebih lanjut ia menjelaskan, selain itu juga melakukan pekerjaan pembersihan sumur warga, pelayanan kesehatan, penerangan lampu di desa Doitia. Juga pelayanan di desa Asimiro, Ngajam, Morimoi dan Dorume. Keseluruh Tim yang berangkat 130 orang, dan kemali 120 orang, karena dalam beberapa hari penanganan ada yang kembali karena Sakit dan Urusan Keluarga. Apresiasi yang tinggi dari Warga Doitia untuk Pemerintah Daerah dan masyarakat berharap ada penangan lebih lanjut untuk Sungai Doitia. Acara penyambutan Tim Gabungan ditutup dengan penyerahan Penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara. (Humas1)