Berita dan Informasi

DISKOMINFO - Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua bersama Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu didampingi Ketua Bhayangkari cabang Halut Friska Pasaribu, Dandim 1508 Tobelo Letkol Inf Alex Donald Maritua Lumban Gaol, Kepala Kejaksaan Negeri Tobelo Bambang Sunoto dan Ketua DPRD Christina Lesnussa, melakukan peninjauan lokasi terdampak bencana banjir dan longsor di kecamatan Loloda Utara, Jumat 9 Januari 2026.

 

Hal ini dilakukan untuk melihat langung warga terdampak dan kerusakan bangunan rumah warga serta fasilitas umum akibat bencana yang terjadi pada 6 hingga 7 Januari 2026 lalu.

 

Dilokasi bencana desa Asmiro dalam pertemuan dengan warga dan Pemerintah Desa setempat, Bupati menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan kehadirannya bersama Forkopimda. Hal tersebut dikarenakan besarnya dampak bencana ini, dimana akses jalan Galela Loloda yang tertimbun longsor besar dan rusaknya jembatan dibeberapa titik.

 

"Selain itu, cuaca ekstrim yang juga melanda laut sehingga seluruh akses untuk menuju ke Loloda Utara terganggu. kami bersyukur hari ini karena cuaca laut yang dapat kita lalui sekalipun masih kurang baik. Namun, kami bersyukur hari ini kami Forkopimda dapat hadir dan melihat lansgung warga dan kerusakan yang diakibatkan oleh bencana banjir di desa Asmiro. ini," ucapnya.

 

Bupati juga mengatakan untuk kerusakan rumah warga, Bupati telah menginstruksikan BPBD untuk melakukan pendataan kembali semua rumah warga yang rusak akibat banjir dan longsor ini di Halmahera Utara. Sehingga, Pemda Halut dapat segera memberikan bantuan untuk dibangun kembali sesuai spesifikasi kerusakan.

 

"Sementara untuk infrastruktur jambatan yang rusak dan jalan, kami sudah berkoordinasi dengan balai provinsi Maluku Utara bersama Ibu Gubernur Sherly. Sehingga, akan diperbaiki dan juga untuk normalisasi aliran sungai," jelasnya Bupati.

 

Bupati mengimbau agar warga tetap waspada jika terjadi hujan lebat dan cuaca alam lainnya dan selalu mengikuti mitigasi.

 

"Semoga Tuhan selalu memberikan kita kekuatan untuk menghadapi bencana ini sehingga kita terus menjalankan hidup. Terus jaga persatuan dan kesatuan, hilangkan perbedaan dan jangan pernah menyalahkan Tuhan dalam bencana ini. Semoga lindungan Tuhan selalu tercurah pada kita dalam menghadapi bencana ini. Kami pemerintah kabupaten Halmahera Utara akan terus berupaya dalam melaksanakan mitigasi atau Kesiapsiagaan bencana untuk masyarakat. Sehingga, kita dapat meminimalisir dampak yang terjadi akibat bencana," imbuhnya.

 

Di desa Asimiro korban terdampak banjir berjumlah 53 Kepala Keluarga (KK) atau 235 jiwa yang saat ini mengungsi di rumah keluarga/kerabat. Sementara untuk jumlah rumah yang terdampak sebanyak 44 rumah, dengan 7 rumah rusak berat, 1 rumah rusak sedang dan 1 rumah rusak ringan. 

 

Usai meninjau desa Asmiro, Bupati dan Tim kemudian melanjutkan perjalanan menuju Desa Ngajam, dan Worimoi.

 

Untuk diketahui, hasil koordinasi Pemda Halmahera Utara dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara serta Badan SAR Ternate, terkait bantuan dasar berupa sembako untuk didistribusikan ke wilayah Loloda Utara melalui Ternate menggunakan kapal SAR telah tiba di Loloda Utara dan telah menyalurkan bantuan tersebut sesuai dengan instruksi lokasi atau Desa yang disampaikan oleh Bupati Piet Hein Babua sekitar pukul 12.00 WIT siang tadi, dengan mekanisme penyaluran mulai dari desa Asimiro, Doitia dan Ngajam atau desa Dorume.

 

Selain itu, BPBD Halut dipimpin langsung oleh Kaban BPBD Hentje Hetharia melakukan pendataan kembali desa-desa terdampak bencana banjir di kecamatan Loloda Utara, dimulai dari desa Asmiro. ( Humas 2).

Bagikan