Berita dan Informasi

DISKOMINFO - Terkait Dampak Bencana Banjir dan Longsor, Bupati Kabupaten Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua,M.Si.,diwawancarai media TV CNN Indonesia melalui video conference. Bupati yang berada di Posko Komando Penanggung Bencana Kantor BPBD didampingi oleh Kepala BPBD Halut Hentje Hetharia,Kapolres Halmahera Utara AKBP. Erlichson Pasaribu dan Mewakili Dandim,Pasiter Kodim 1508/Tobelo Kapten Muhammad Ali. Kamis 8 Januari 2026.

 

Dalam wawancara tersebut, Bupati Piet Hein Babua menyampaikan dampak yang ditimbulkam oleh bencana banjir dan longsor di Halmahera Utara yang terjadi sejak 7 Januari 2026 ini, mengakibatkan 22 Desa di 5 kecamatan terendam banjir dan terjadi longsor.

 

"Dari peristiwa ini, 1 anak berusia 6 tahun menjadi korban meninggal di Desa Pelita kecamatan Galela Utara," ungkap Bupati.

 

Sementara, lanjutnya Bupati hingga saat ini Pemda Halmahera Utara masih berusaha untuk menjangkau beberapa desa yang terdampak yang ada di kecamatan Loloda Utara. Karena akses jalan dibeberapa ruas jalan terjadi longsor yang menutupi badan jalan dan putusnya jambatan di Galela Utara.

 

Selain itu, kata Bupati. Kondisi laut juga tidak memungkinkan untuk berlayar karena Pemda Halmahera Utara tidak memiliki kapal yang agak besar untuk dapat menjangkau lokasi tersebut.

 

"Namun, kami telah berkoordinasi dengan Pemerintah provinsi Maluku Utara untuk dapat mendistribusikan bantuan dasar kepada warga yang terdampak di kecamatan Loloda," jelasnya Bupati.

 

Bupati menambahkan, jumlah jiwa yang terdampak dari 22 Desa di 5 kecamatan tersebut sebanyak 5333 jiwa atau 1286 Kepala Keluarga (KK).

 

"Kami Pemda Halmahera Utara akan terus melakukan monitoring dan pendataan kepada warga dan infrastruktur terdampak dan mulai menyalurkan bantuan Dasar berupa Sembako. Kami juga akan terus hadir memberikan layanan kepada warga terdampak. Selain itu juga kami akan mengupayakan untuk secepatnya memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat bencana ini," pungkasnya. ( Humas 2) . 

Bagikan