DISKOMINFO. Rapat Monitoring Evaluasi (Monev) Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan di Kabupaten Halmahera Utara dibuka oleh Sekretaris Daerah, E.J. Papilaya MTP, yang didampingi oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan, FN Sahetapy, Asisten II Bidang Administarasi umum, Devie C. Bitjoli, Kepala Loka POM di Kab. Pulau Morotai, Salman Fariesy, S.Farm.,Apt. dan tim serta OPD terkait, (18/25).
Dalam rapat tersebut, Sekda menekankan komitmen pemerintah daerah bersama seluruh pimpinan OPD untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dalam bidang pengawasan obat dan makanan.
Ada tiga topik utama yang dibahas dalam forum tersebut yang terkait dengan evaluasi dan program-program yang telah berjalan, antara lain hasil penilaian KPPA dan strategi KPPA tahun 2026, koperasi merah putih (pemberdayaan UMKN dan Apotik Desa) dan Pengawalan makanan bergizi gratis (MBG). Forum ini bertujuan sebagai wadah komunikasi, diskusi, dan pencarian solusi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Sekda menjelaskan bahwa ini adalah pertama kalinya mengikuti penilaian terkait kegiatan pangan aman. Meskipun mengalami penurunan nilai, pihaknya tetap berkomitmen untuk terus berbenah. “Kita belajar dari hasil penilaian ini. Nilai kita anjlok karena indikatornya semakin meningkat. Oleh karena itu, kita akan memperbaiki dan memastikan setiap OPD, berkoordinasi dengan pihak yang tepat,” ujar E.J. Papilaya.
Kepala Loka POM Kabupaten Pulau Morotai, Salman Fariesy, S. Farm., Apt, beserta tim juga turut berpartisipasi dalam rapat ini, mengungkapkan bahwa program MBG (Makanan Bergizi) adalah program bersama. Namun, ada beberapa titik yang perlu diperhatikan terkait penerimaan, penyimpanan, proses pengolahan, dan pendistribusian produk tersebut.
Dengan komitmen yang kuat dan kerja sama yang baik antar OPD, diharapkan evaluasi tahun depan dapat membawa perbaikan yang signifikan, dan Kabupaten Halmahera Utara dapat mencapai nilai yang lebih baik dalam penilaian yang akan datang. (Humas3)