Berita dan Informasi

 

 

DISKOMINFOSAN. Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara menggelar Rapat Koordinasi Validasi dan Sinkronisasi Dokumen Peta Jalan Percepatan Literasi dan Numerasi, yang berlangsung di Ruang Meeting Fredy Tjandua, Lantai II Kantor Bupati Halmahera Utara, pada Senin (17/11). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas literasi dan numerasi sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia (SDM) Halmahera Utara.

 

Rakor ini dibuka oleh Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, M.Si, dan turut dihadiri oleh Ketua Komisi III DPRD Halut, Geherlina Resel, SE, Sekda Halut, E.J. Papilaya, MTP, Kepala Bappeda, Hernefer Tjandua, AP., M.Si, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Hertje Manuel, S.Pd., M.M, serta perwakilan Wahana Visi Indonesia (WVI), tim KREASI, para pimpinan OPD, dan undangan lainnya.

 

Kegiatan diawali dengan penyampaian laporan progres penyusunan Peta Jalan Literasi dan Numerasi oleh perwakilan WVI, Rani Monica Purba. Dilanjutkan dengan sambutan Education Manager WVI Nasional, mewakili Program Director, Marther Sembu.

 

Dalam pemaparannya, Rani Monica Purba menyampaikan bahwa penyusunan peta jalan dilakukan untuk menjawab berbagai tantangan dan memanfaatkan peluang dalam peningkatan literasi dan numerasi, terutama pada jenjang PAUD dan SD. Peta jalan disusun secara berbasis bukti (evidence-based) dan dirancang sebagai panduan terukur selama lima tahun ke depan. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan praktik baik tidak hanya berjalan di tingkat daerah, tetapi juga selaras dengan pengembangan program pada kementerian dan lembaga terkait.

 

Ia juga menyampaikan bahwa salah satu tujuan strategis program pendidikan WVI adalah meningkatkan jumlah anak sekolah dasar yang dapat membaca secara komprehensif. “Fakta nasional menunjukkan bahwa meskipun 75 persen anak Indonesia dapat membaca, namun banyak yang belum mampu memahami isi bacaan,” jelasnya.

 

Dalam sambutannya, Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, menegaskan bahwa penyusunan peta jalan Percepatan Literasi dan Numerasi 2025 sangat penting untuk memastikan sistem pendidikan di Halut berjalan dengan terarah. Ia meminta seluruh OPD terkait untuk mengikuti proses ini secara cermat dan serius.

 

“Dari hasil pemetaan ini, kita mendapatkan gambaran jelas tentang kondisi pendidikan kita. Ini menjadi dasar evaluasi bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki kualitas layanan pendidikan. Kita memang pernah berada pada zona merah dalam salah satu survei, namun tingkat kehadiran anak di sekolah sebenarnya sangat tinggi. Tantangannya adalah bagaimana memastikan SDM pendidikan kita mampu memberikan layanan terbaik,” ujarnya.

 

Bupati menambahkan bahwa peningkatan literasi dan numerasi merupakan agenda prioritas, baik di tingkat pusat maupun pemerintah daerah. Karena itu, peta jalan ini diharapkan menjadi arah kebijakan yang jelas serta memastikan setiap program OPD berkontribusi pada peningkatan kompetensi dasar anak-anak Halmahera Utara.

 

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan Berita Acara antara Pemerintah Daerah, perwakilan KREASI, dan WVI sebagai bentuk pengesahan dan komitmen bersama dalam mendukung percepatan peningkatan literasi dan numerasi di Kabupaten Halmahera Utara.

 

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ekosistem pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan sesuai dengan perkembangan zaman, demi mencetak generasi Halmahera Utara yang unggul, cakap literasi, dan kuat dalam penguasaan numerasi. (Humas3)

Bagikan