DISKOMINFOSAN. Kepala BKD PSDA Kabupaten Halmahera Utara, Efraim Oni Hendrik, menerima peserta Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Administrator. Untuk menindaklanjuti hasil pra visitasi dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Maluku Utara dan Penyampaian Hasil Identifikasi Keberhasilan dan Permasalahan Organisasi Perangkat Daerah. Di ruang pertemuan Sekretaris Daerah Lantai II, kantor Bupati Halut (10/11).
Pelaksanaan Studi Lapangan dengan agenda visitasi dan presentasi kelompok peserta Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Administrator di 4 (empat) lokus, dan 2 diantaranya di Kabupaten Halmahera Utara yaitu Kantor Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur dan Kantor Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Halmahera Utara serta dua lainnya di Halmahera Timur.
Kepala BKD PSDA Halmahera Utara, menyambut baik kehadiran peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator di Halut. “Halut menjadi lokus kegiatan Studi Lapangan, tentunya sangat bermanfaat untuk memberikan masukan bagi daerah ini,” ucap Efraim Oni Hendrik.
Studi lapangan dalam pelatihan kepemimpinan administrator adalah kegiatan dimana peserta pelatihan mengunjungi dan mengobservasi langsung di lokus untuk mendapatkan lesson learnt kepemimpinan kinerja berbasis solusi kreatif dan advokasi pada lokus studi lapangan. Pembelajaran Studi Lapangan Kinerja Organisasi dimulai dengan diagnosa, desain, advokasi Studi Lapangan Kinerja Organisasi sesuai lokus, dan berbagi pengalaman hasil Studi Lapangan Kinerja Organisasi.
Diagnosa merupakan proses mengidentifikasi permasalahan atau kesenjangan kinerja organisasi saat ini dengan kondisi yang diharapkan terjadi. Sedangkan desain adalah tahapan untuk merumuskan solusi inovatif/kreatif dalam merespon permasalahan kinerja organisasi pada lokus studi lapangan. Selain itu, definisi advokasi adalah merupakan tahapan menyampaikan dan menawarkan rumusan solusi kreatif dan inovatif dari permasalahan kinerja organisasi lokus studi lapangan.
Tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan Studi Lapangan adalah Peserta mendapatkan lesson learnt dari kepemimpinan dalam merumuskan solusi inovatif/kreatif manajemen kinerja. Studi lapangan menjadi instrument pembelajaran yang memungkinkan peserta untuk mengidentifikasi dan menganalisis permasalahan, mendesain alternatif solusi, serta memberikan advokasi terkait solusi inovatif dan kreatif terhadap permasalahan yangdihadapi organisasi di berbagai lokus yang ditetapkan.
Peserta dibagi menjadi 4 (empat) kelompok sesuai lokus yang dipilih dan setiap kelompok terdiri atas 10 orang peserta dan 4 orang coordinator pendamping yang dibagi ke setiap kelompok, 4 orang widyaiswara/coach, 8 orang panitia dan 2 tenaga akademisi, sehingga total peserta dan pendamping pada kegiatan studi lapangan di Kabupaten Halmahera Utara dan Halmahera Timur sebanyak 58 orang. Dengan Tahapan kegiatan akan dilaksanakan selama 4 (empat) hari, kegiatan 9 s.d 12 November 2025.