Berita dan Informasi

 

 

DISKOMINFO “Mari menanam untuk memenuhi kebutuhan sendiri, agar tidak tergantung pada impor pangan dari Negara lain,” ajakan Sekretaris Daerah Drs E.J Papilaya, MTP mewakili Bupati  saat  melakukan Penanaman Agroforestry Pangan dan Energy (Padi, Jagung dan Tanaman MPTS) pada areal Perhutanan Sosial di  Provinsi Maluku Utara (30/9).  Di Toliwang Kecamatan Kao Barat,  Halmahera Utara di lahan seluas 100 Ha).

 

Agroforestry adalah sistem pertanian yang mengintegrasikan tanaman pangan, tanaman kehutanan, dan/atau tanaman energi dalam satu lahan. Tujuannya untuk meningkatkan produktivitas dan diversifikasi hasil, menjaga kesuburan tanah dan konservasi air, memberikan manfaat ekonomi (pangan, pakan, energi, kayu, buah) serta mendukung keberlanjutan lingkungan.

 

Sekretaris Daerah dalam penyampaian menyatakan, “Pemerintah Pusat  (Presiden) menginstruksikan menanam, untuk mencapai swasembada.  Agar kita tidak tergantung pada Negara luar. Untuk Tolabit Kao Barat, sudah dirancangkan menjadi lumbung padi bagi Maluku utara untuk mendukung secara Nasional. Hari ini, Balai Ambon mengingatkan kembali, menanam penting untuk memenuhi kebutuhan kita. Tanam Padi, Jagung, durian dan lainnya melalui program kegiatan ini. Selain itu dingatkan lagi, tanam Kelapa dan Pala yang masuk dalam program nasional Presiden Prabowo menjadi sektor yang diutamakan/prioritas. Peremajaan tanaman, untuk mengganti tanaman yang tua. Jadi jangan bosan-bosan menanam, untuk masa depan kita dan anak cucu,” pesan Papilaya.

 

Kepala Seksi Wilayah II Balai Perhutanan Sosial Ambon, Leni Leleuya S.Hut, M.Si menjelaskan “Agroforestry Pangan dalam rangka mendukung Swasembada Pangan yang disampaikan Presiden. Untuk Maluku Utara ada 200 Ha, terbesar di Toliwang  100 Ha, untuk penanaman Padi, Jagung dan tanaman serba guna lainnya. Ada durian montong, durian musang king, rambutan binjai, sengon, pala yang akan di tanam tahun 2025 ini. Di Wawongira 20 Ha Padi. 58 Ha di Akelamo Kao untuk Jagung. Semua kegiatan ini difasilitasi Pemerintah, diberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengelola potensi yang ada. Diharapkan, tidak sampai pada penanaman saja tapi kita membangun kolaborasi untuk ketahanan pangan yang lebih baik dan dapat meningkatkan pendapatan untuk masyarakat sekitar hutan,”katanya.

 

Hadir secara virtual melalui zoom meeting, Kepala Balai Perhutanan Sosial Ambon, Ojom Sumantri, yang menyapa kelompok tani di Toliwang kecamatan Kao Barat Halmahera Utara serta mengucapkan terima kasih kepada Forkopimda Halmahera Utara, semua pihak dan UPTD yang mendukung penyediaan benih, pupuk dan obat-obatan sehingga mulai dari penanaman sampai dengan perawatan diharapkan penanamannya bisa tumbuh dengan baik. Ini adalah awal  kegiatan bersama  untuk memanfaatkan lahan yang terbuka agar produktif secara optimal. Lahan yang produktif bisa menghasilkan pangan dan juga menghasilkan lingkungan baik dan hijau yang dapat bermanfaat bagi masyarakat.

 

Turut menghadiri pada kegiatan Penanaman Agroforestri Pangan dan Energy (Padi, Jagung dan Tanaman MPTS) di Kao Barat, Dandim 1508/Tobelo Letkol Inf Alex Donald ML Gaol , Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Provinsi Maluku Utara, Muh Alwi, mewakili Direktur Usaha pengembangan sosial Provinsi Maluku Utara, Kepala Resort KSDA Tobelo, Yusnan Huma, Kadis Pertanian Halut Piet Hein Onthony, Kadis PMD Halut Naftali Gita, Camat Kao Barat, Efroni Tos Hendrik, PJs.Danramil 1508-03/Kao Lettu Inf Frans Rishard Komea, Kapolsek Kao Ipda Yahya, para Penyuluh, serta kelompok tani dan tamu undangan lainnya. (Humas1)

Bagikan