DISKOMINFOSAN - Menggunakan Helikopter PT. NHM, Menteri Agama tiba di Tobelo dijemput oleh Bupati Halmahera Utara dan Forkopimda. Di lapangan depan kantor Bupati Halmahera Utara. Sabtu 1 Februari 2025.
Pertemuan langsung dilaksanakan di ruang meeting Freddy Tjandua lantai II kantor Bupati Halut. Pada kesempatan tersebut dilaksanakan silaturahmi dengan tokoh agama GMIH bersama dengan Menteri Agama RI yang dihadiri oleh kedua unsur pimpinan GMIH , Forkopimda, Pemda dan Pimpinan DPRD Halmahera Utara.
Sekda Halmahera Utara Drs.E.J.Papilaya, MTP. sebagai moderator pada kegiatan tersebut, membuka dengan resmi kegiatan silaturahmi antara dua komunitas GMIH.
" Syukur Alhamdulillah, puji Tuhan. Karena Menteri Agama RI bisa tiba dengan sukacita di Halmahera Utara. Dan untuk diketahui bahwa organisasi Gereja Masehi Injili di Halmahera mengalami sedikit gelombang, dengan kedatangan bapak Menteri bisa memberikan arahan yang baik kepada kami sebagai umat ber Gereja. " ucap Sekda.
Bupati Halmahera Utara Ir Frans Manery mengucapkan selamat datang kepada Menteri Agama Republik Indonesia beserta rombongan . Bupati juga memberikan apresiasi dan penghormatan kepada Menteri terkait Tabligh Akbar dan bapak Menteri sudah luangkan waktu dengan dua komunitas GMIH yang sementara berlangsung.
Ketua Sinode GMIH WKO Pdt. Anselmus Puasa menyambut kehadiran bapak Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. di Bumi Hibualamo yang telah meluangkan waktu untuk berjumpa dengan para tokoh agama.
" Untuk hal-hal dan harapan terkait dengan kondisi GMIH di Halmahera akan disampaikan oleh Pdt. Demianus Ice." kata Pdt. Amos.
Ketua Sinode GMIH jalan Kemakmuran Pdt. Demianus Ice memohon maaf bahwa selama dua belas tahun GMIH berdinamika. Pada tanggal 5 Desember 2023 di hadapan PGI masalah telah diselesaikan tanpa mediasi dan telah ada penandatanganan nota kesepakatan bersama untuk memilih pengurus Gereja menjadi satu di tahun 2027.
"Pada tanggal 19 Januari 2024 kami mengumumkan dan bersepakat secara iman dan moral sebagai salah satu penyatuan dalam deklarasi penyatuan GMIH" ungkap Demianus Ice.
Demianus Ice juga mengharapkan kepada para menteri yang sudah menjadi bagian sebagai anggota GMIH untuk ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan beberapa agenda yang akan datang. Usulan dalam bentuk proposal untuk berbagai kegiatan sampai pada sidang tahun 2027.
Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA. langsung mengapresiasi kepada pimpinan dan pengurus GMIH . Karena semua umat beragama berusaha menempuh jalan damai.
" Persoalan yang terjadi adalah dinamika untuk mencapai puncak kedewasaan dan kematangan dan merupakan ujian. Mari kita membakar lilin untuk melupakan kegelapan, sehingga para tokoh agama dan pendeta yang merupakan obor untuk mengusir kegelapan karena umat dibawah membutuhkan kedamaian " kata Menteri.
Setelah silaturahmi dengan dua Komunitas GMIH, Menteri Agama Republik Indonesia beserta rombongan menuju ke lapangan Do'Omu Matau untuk pelaksanaan Tabligh Akbar. Ribuan warga masyarakat Halmahera Utara sudah menantikan kedatangan Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA.
Di acara Tabligh Akbar, Menteri Agama Republik Indonesia berpesan kepada seluruh warga masyarakat di kabupaten Halmahera Utara untuk tetap hidup bertoleransi.
" Marilah kita tetap kompak. Siapapun pimpinan di daerah ini, kita harus saling mendukung dan menciptakan toleransi antar umat beragama ,menciptakan toleransi inter umat beragama, menciptakan toleransi umat beragama dan pemerintah.Kenyamanan dapat kita cari dan beli dengan segala kelebihan kita, tetapi ketenangan dan kedamaian tidak dapat dibeli tetapi harus diperoleh dengan sikap dan wujud hidup toleransi. " kata Menteri.
Diakhir Tabligh Akbar,Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. berpesan supaya warga masyarakat di kabupaten Halmahera Utara untuk bisa memperkuat persatuan dan kesatuan di tengah-tengah kehidupan, bahkan dengan keberagaman di Bumi Hibualamo. ( Eby).