Berita dan Informasi

DISKOMINFOSAN, - Dengan adanya video beredar, terkait Bupati Halmahera Utara yang membubarkan paksa, masa aksi Demo di kompleks rumahnya, usai beredarnya video itu bertebaran isu miring terkait video tersebut. Dari berbagai pengamatan pada Sabtu (01/06/2024) menyatakan Demo yang hanya berdasar surat pemberitahuan ke pihak Kepolisian itu menyalahi aturan. Serta lokasi demo juga tidak sesuai dengan pemberitahuan ke pihak Polres Halmahera Utara. 


Dari Video yang beredar, Frans Manery selaku Bupati Halmahera Utara, Mengklarifikasi yang membubarkan paksa masa aksi demo tersebut, murni merupakan tindakan selaku Tuan Rumah dan juga Orang Tua di Kompleksnya tersebut, untuk menjaga keamanan di Kompleks rumahnya sendiri. 


Frans Manery mengatakan, terkait Video yang beredar terkait pembubaran masa aksi. Ini berawal dari kelompok yang melaksanakan Demo yang bertepatan pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Halmahera Utara yang Ke -21 Tahun.


Dari informasi yang di dapat, Pada Jumat 31 Mei 2024, Siang Hari kelompok tersebut melaksanakan Aksi di Kantor DPRD, mereka sudah berorasi dan sudah ditanggapi langsung oleh Ketua DPRD, dengan apa yang disampaikan pendemo. Merasa tidak puas, masa aksi demo melanjutkan di Kantor Keuangan Daerah Halmahera Utara, di kantor tersebut karena pegawai sudah pulang melaksanakan ibadah Solat Jum'at, Masa aksi demo langsung masuk dan mengobok-obok fasilitas Kantor dengan cara membuang tempat sampah, pot bungga, bener, serta meja dan isinya ke luar Kantor BKAD. Dari situ mereka melanjutkan aksi demo di Hotel Marahai di Desa Wosia. Mereka sempat di tegur pihak keamanan Hotel karena bertepatan dengan jam Solat Jum'at. 


"Di saat saya bersama Forkopimda mengikuti Pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Halut, Pasca Penetapan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) di Hotel Grenland, Tiba-tiba anak saya menelepon sekira Pukul 15.40 WIT, Mengatakan bahwa anak-anak Mahasiswa yang melakukan aksi demo, sedang menuju ke rumah saya di Pantai Bowens, Desa Gura yang hanya berjarak 70 Meter dengan Hotel Grenland tempat Pleno KPU berlangsung, " ucapnya. 


 Sebelumnya daar berorasi di Kantor DPRD, para aksi demo tersebut sudah mengancam dengan kata-kata dalam orasinya, untuk membatalkan Konser pesta rakyat malam nanti dalam memperingati HUT Kabupaten Halut, dengan cara mengusir artis yang akan menghibur dan meramaikan HUT Daerah. 


"Saat itu juga di rumah, istri saya sedang menjamu tamu artis yang akan memeriahkan HUT Daerah. Seketika saya keluar dari Hotel tempat Pleno, di jalan sudah ada para masa aksi demo dengan mengunakan mobil pic up putih mengunakan sound sistem dan akan berorasi dengan maksud mengusir artis yang kami undang makan siang di rumah saya tepatnya di Pantai Bowens Desa Gura, " pungkasnya. 


Terlepas dari jabatan sebagai Bupati Halut, Saya selaku Tuan Rumah serta Orang Tua di Kompleks tersebut, mencoba menegur dengan baik para masa aksi demo tersebut, dengan menyuruh mereka untuk membubarkan diri, karena di lokasi tersebut bukan tempat untuk menyampaikan aspirasi demo. 


Disitulah terjadi perdebatan, malah mereka menantang dengan mengatakan, "Kenapa harus menghambuarkan uang dengan menyewa artis," ucap masa aksi demo. 


Bupati Halut yang bertindak selaku Tuan Rumah dan Orang Tua di Kompleksnya menjawab, "Bukan menghamburkan uang, ini dilakukan Pemerintah Daerah demi hiburan masyarakat untuk memperingati HUT Daerah yang ke 21 Tahun. Mereka tidak mendengarkan penjelasan dan tetap akan memaksa melaksanakan orasi untuk mengusir tamu yang sudah tiba dirumahnya. Jadi tindakan yang saya ambil, bukan selaku sebagai Bupati Halut. Saya bertindak membubarkan masa aksi demo, selaku Tuan Rumah di kompleks saya, karena saat itu tidak ada petugas keamanan setra aparat, dan saya juga tidak menduga masa aksi demo akan datang ke rumah saya. Jadi terpaksa saya berusaha membubarkan masa aksi demo yang akan mengancam tamu saya. Itu merupakan kompleks saya jadi saya selaku orang tua bertanggungjawab atas keamanan disitu. Jadi saya sangat kecewa dan meyesali dengan apa yang dilakukan anak-anak muda yang membuat tindakan yang terkesan daerah kita ini tidak aman, dan memaksa mengusir tamu artis yang akan menghibur masyarakat pada peringatan HUT Daerah, " ungkap Frans Manery selaku Tuan Rumah yang membubarkan masa aksi demo yang sudah mengancam tamu di kediamanya. 


Ditambahkan Frans Manery, "Buktinya apa, dengan adanya pergelaran Konser Pesta Rakyat Untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Halmahera Utara Ke - 21 Tahun, Ribuan Masyarakat dari berbagai Kecamatan Serta Desa menyaksikan serta menikmati hiburan yang disajikan Pemda Halut untuk memperingati HUT Ke-21 Tahun Halut," tutup Frans Manery. (HUMAS KOMINFO)

Bagikan