DISKOMINFOSAN. Dengan mengusung tema”Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita”, Ibadah Paskah Oikumene Pemda Halut tahun 2026 dilaksanakan di Gereja GBI Yesus Itu Tuhan, Gosoma Tobelo(9/4). Ibadah dipimpin oleh Pdt Dr Alfred Anggui, M.Th yang merupakan Ketua Sinode Gereja Toraja dan Ketua I PGI. Dihadiri oleh Wakil Bupati Kasman Hi Ahmad, Forkopimda, Pimpinan OPD ASN dan Tokoh Masyarakat serta undangan lainnya.
Dalam perenungan, Pdt Dr Alfred Anggui, M.Th, mengupas tentang makna Kebangkitan Kristus untuk kehidupan orang percaya. Soal Kebangkitan Kristus sampai hari ini diperdebatkan, jika Yesus tidak mati maka tidak ada Kebangkitan. Hingga ada ungkapan, yang mati di kayu salib bukan Yesus hanya diserupakan. Ini dilakukan untuk mengaburkan Kebangkitan itu sendiri, karena tidak mengakui adanya kebangkitan. Kubur kosong, juga dibantah dengan ungkapan mayat Yesus dicuri murid-muridnya. Ini juga dilakukan untuk menyangkal tentang peristiwa Kebangkitan.
Dikalangan murid Yesus pun saat itu, terjadi perbedaan pendapat soal Kebangkitan. Thomas bilang, sebelum aku lihat aku belum percaya. Bukti valid tentang Kebangkitan Kristus, ketika menjumpai Thomas, “Thomas lihatlah tangan yang berlobang paku ini”. Dan dengan Perjumpaan ini, membawa perubahan cara pandang dan kehidupan murid murid Yesus saat itu.
Kematian Kristus di Jumat Agung, kemudian melewati satu hari masa dalam kubur, yang saat ini kita kenal Sabtu Sunyi, (dalam kegelapan, kesendirian) hingga terbitlah fajar Paskah pada hari Minggu, Ia Bangkit dari kematian. Paskah Kebangkitan adalah Iman Kekristenan, bahwa ada harapan ada perubahan hidup kita. Jika kita saat ini ada dalam masalah yang berat, ada dalam kegelapan hidup ada pada masa merasa sendiri memikul beban hidup. Perjumpaan dengan Tuhan akan mengubah cara pandang kita tentang hidup ini. Dimana fajar Paskah memberi harapan pada umat yang percaya pada- Nya.
Bupati Piet Hein Babua dalam arahan pesan paskahnya menyatakan, “Bersyukur hari ini kita dapat merayakan Paskah Oikumene,” kata Bupati mengawali sambutannya. Lebih lanjut ia mengatakan, Apakah makna Paskah dapat kita wujudkan dalam kehidupan sehari hari, untuk ASN dapatkah diimplmentasikan dalan menjalankan tugas dan panggilan kita. Sehingga terpancar sebuah contoh dalam kehidupan bermasyarakat.
ASN jadi perekat dan penyejuk dalam kehidupan bermasyarakat. Jangan terpancing dengan postingan-pastingan yang tidak mewakili sekelompok atau kumpulan orang. Jaga persatuan dan kesatuan. Bekerja sungguh sungguh mujizat itu ada, dan akan ada perubahan. Selamat Paskah Tuhan Yesus memberkati dalam melayani Halmahera Utara.
Sedangkan ketua PHBG Yudhihard Noija dalam laporannya menyatakan Ibadah Paskah ini adalah puncak peringatan, setelah sebelumnya ada lomba Taman Paskah dan Persembahan hari ini, akan didonasikan untuk membantu saudara-saudara kita di Halteng.(Humas1)